Ustaz Andri Ajak MT. Al-Hasan Bumi Panyawangan Kenali Stres, Gejala, Serta Penyebabnya Lebih Dalam

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com - Bandung, Dalam kajiannya, Ustaz Andri Aljihad, L.c, M.Pd.I membahas tentang stres tidak selalu menjadi hal yang buruk bagi seseorang, yang dilaksanakan di Masjid Jami Al-Hasan Bumi Panyawangan pada Kamis, (08/10/2026). Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa tekanan dapat menjadi dorongan untuk membuat seseorang terpacu dan berkembang. Namun, ketika seseorang sudah tidak mampu mengatasi tekanan yang dihadapi, kondisi tersebut dapat berubah menjadi stres negatif atau distres.

“Kalau hanya baru sebatas stres, tekanan itu adalah anugerah dari Allah untuk membuat kita terpacu, membuat kita maju. Tapi kalau sudah tidak sanggup, sudah tidak sanggem, kewalahan, maka ini menjadi stres negatif,” jelasnya.

Menurutnya, distres perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman, kewalahan, cemas, dan gelisah. Apabila kondisi tersebut berlangsung dengan intensitas tinggi dan terus-menerus, distres dapat mengganggu kesehatan mental serta kesejahteraan fisik seseorang.

Ustaz Andri kemudian menjelaskan bahwa stres terbagi menjadi dua jenis, yaitu stres akut dan stres kronis. Stres akut muncul ketika seseorang menghadapi situasi yang mendesak atau membahayakan dan biasanya berlangsung dalam waktu singkat. Sementara itu, stres kronis berlangsung lebih lama, bahkan hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

“Stres akut terjadi ketika kita dihadapkan pada situasi yang mendesak atau membahayakan,” ujarnya. Ia memberikan gambaran mengenai seseorang yang mengalami tekanan akibat kemacetan ketika sedang mengejar waktu. Setelah situasi tersebut terlewati, tekanan pun berakhir.

Berbeda dengan stres akut, stres kronis dapat muncul akibat tekanan yang berlangsung dalam waktu panjang. Ustaz mencontohkan masalah keuangan serta konflik dalam rumah tangga sebagai kondisi yang dapat membuat seseorang mengalami tekanan berkepanjangan.

Selain jenisnya, Ustaz juga memaparkan berbagai gejala stres yang dapat dikenali dari kondisi emosi. Seseorang yang mengalami stres dapat menjadi mudah marah, tersinggung, sensitif, mudah sedih, gelisah, tegang, hingga merasa khawatir dan kewalahan.

Gejala stres juga dapat muncul secara fisik, seperti pusing dan mual, mudah lelah atau lemas, gangguan pencernaan, gangguan tidur, perubahan berat badan, berkeringat berlebih, mulut kering, telinga berdengung, tubuh gemetar, serta jantung berdebar.

Dari sisi pikiran, stres dapat ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, berpikir pesimis dan negatif, serta kesulitan mengambil keputusan. Pikiran juga dapat terasa penuh karena seseorang terus memikirkan berbagai persoalan.

Sementara itu, dari sisi perilaku, gejala stres dapat terlihat ketika seseorang mulai menarik diri dari orang lain atau mengalami perubahan perilaku tertentu. Ustaz Andri juga menyebutkan bahwa sebagian orang dapat merespons tekanan dengan kebiasaan seperti merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.

Di akhir penyampaiannya, Beliau menjelaskan sejumlah faktor yang dapat menjadi penyebab stres, mulai dari beban kerja yang berat, tekanan untuk mencapai target, konflik dengan orang lain, masalah ekonomi, utang, kekhawatiran terhadap masa depan, kehilangan pekerjaan, perceraian, kematian orang terdekat, penyakit kronis, kurang tidur, kelelahan, hingga pola pikir seseorang.

Sebagai penutup, Ustaz Andri juga mengingatkan agar setiap orang berusaha menjaga kondisi jiwa dan pikirannya. “Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk bisa terus membersihkan jiwa kita, kemudian juga pikiran-pikiran kita dan membuang sampah-sampah yang ada di dalam diri,” tuturnya.

Reporter: Nida Auliya putri Sidiq, KPI/3B

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos