Dakwahpos.com, Bandung — Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ikhlas, Ustaz Idas Baihaqi, konsisten memakmurkan masjid kompleks di wilayah Cipadung selama lebih dari tiga dekade. Sejak mulai mengabdi pada tahun 1990, ia selalu menekankan pentingnya kebersamaan jemaah tanpa mempermasalahkan perbedaan organisasi keagamaan pada Kamis (8/10/2026).
Pria kelahiran Garut tahun 1965 tersebut menceritakan bahwa awal mula keterlibatannya mengurus Masjid Al-Ikhlas bermula saat ia masih menempuh kuliah tingkat tiga di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kala itu, kondisi masjid sempat tidak ada yang mengurus sebelum akhirnya dipercayakan oleh tokoh masyarakat dan pemilik tanah wakaf kepadanya.
"Saya mulai di sini tahun 1990. Waktu itu tidak ada yang memimpin masjid ini. Ya sudah kata tokoh masyarakat di sini, kalau bisa jangan ke mana-mana, udah di sini aja. Prinsip saya mah yang penting bagaimana caranya masjid ini hidup dan ada isinya," ujar Ustaz Idas saat ditemui di Kompleks Masjid Al-Ikhlas.
Selama masa kepemimpinannya, Ustaz Idas melakukan berbagai pembenahan. Selain merenovasi bangunan masjid pada tahun 1995 dan 2015, ia juga memanfaatkan fasilitas lantai tiga masjid untuk kegiatan sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) bagi masyarakat sekitar.
Dari segi kegiatan keagamaan, Ustaz Idas merancang pengajian anak-anak setiap malam, pengajian ibu-ibu mingguan, hingga pengajian umum bulanan. Ia menegaskan tidak pernah membeda-bedakan latar belakang paham keagamaan para jemaah yang datang ke masjid.
"Saya enggak pandang kaum muslimnya Muhammadiyah, Persis, atau NU, yang penting kaum Islam mari sama-sama dengan saya di masjid ini. Kalau ada yang protes qunut atau usholli, bagi saya itu biarkan aja masing-masing, yang penting kita Islam," kata Ustaz Idas.
Selain itu, Ustaz Idas juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan anak muda yang ingin belajar menjadi khatib Jumat maupun mengelola kegiatan masjid. Ia mengaku mengurus masjid tanpa mengharapkan imbalan materi.
"Saya di sini belum pernah menerima amplop, yang penting karena Allah saja. Kalau mahasiswa atau anak-anak muda punya kemampuan, sok sumbangkeun ka saya, mau belajar jadi khatib Jumat juga pintu masjid terbuka," tuturnya.
Reporter: Shane Alldevant Ferrary/KPI-3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar