Dakwahpos.com, Bandung – Tantan Jamaludin, selaku Imam dan Khotib pada sholat jumat yang dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman, Arcamanik (25/09/2026), menyerukan untuk tingkatkan keimanan dan ketakwaan, agar bisa mendapatkan kemuliaan di dunia dan juga di akhirat.
Menurutnya, Iman adalah keyakinan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan melalui perbuatan nyata. Sementara amal saleh, adalah setiap perbuatan baik yang dilakukan secara sengaja dan mendatangkan manfaat dan dikerjakan sesuai dengan tuntutan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. Iman bisa membuahkan sebuah amal saleh, yang arrtinya, semakin banyak atau semakin kuatnya iman, maka akan meningkatkan kualitas amal saleh di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an, Allah Swt. telah berjanji terhadap orang-orang yang beriman dan yang melakukan amal saleh. Yang pertama adalah dalam Al-Asr 1-3, yang dalam suart ini dijelaskan, bahwa semua manusia akan rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Jika melaksanakan amal saleh, Allah Swt. menggaransi tidak akan ada kerugian dalam kehidupan hambanya di dunia maupun di akhirat.
“Rugi disini bukan seperti orang jual beli. Tapi disini adalah rugi yakn tidak mendaoatkan rahmat dan maghfirah Allah Swt. Orang-orang yang senantiasa yakin di dalam hatinya, kemudian dalam ucapannya, juga melaksanakan nyata dalam kehidupan sehari-harinya, melakukan kebaikan-kebaikan yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, dijamin oleh Allah Swt., orang yang demikian adalah orang yang tidak merugi”,tuturnya.
Yang kedua menurutnya tentang janji-Nya bagi orang-orang yang beriman adalah dalam surah At-Tin ayat 6, yakni Allah Swt. akan memberikan pahala yang sama persis dengan orang-orang yang fisiknya masih kuat dalam melaksanakan ibadah kepada-Nya. Ia mengambil penafsiran Ibnu katsir, yang dimana bahwa manusia itu mengalami kelemahan di usia senja, pikiran dan fisiknya menjadi lemah. Tetapi, jika orang itu beramal saleh, maka akan diberikan pahala yang tidak terputus.
Lalu janji ketiga, tertuang dalam Al-Bayyinah ayat ke-7, dimana sesungguhnya orang-orang yang beriman dan yang melaksanakan amal saleh, adalah orang-orang terbaik di hadapan-Nya. Tantan Jamaludin menjelaskan, bahwa makhluk yang terbaik ialah makhluk yang beriman, lantas melakukan amal saleh.
Dan yang keempat, tertuang dalam surah al-Baqarah ayat 25, bahwa akan dijanjikan orang yang beriman dan beramal saleh ini, ke dalam surga-Nya. Serta, janji Allah yang terakhir adalah seperti yang tercantum dalam surah An-Nahl ayat 97, dimana Allah Swt. akan memberikan kepada orang-orang yang beriman berupa kehidupan yang baik menurut Allah Swt.
Ia pun menambahkan, bahwa ada tiga dasar bagi orang-orang jadi melakukan perbuatan amal saleh. Yang pertama, dilaksanakan karena Allah Swt., yang kedua dipakai ilmunya, dan yang ketiga adalah sesuai dengan syariat Rasulullah saw. Dan menurutnya, jika ada tiga-tiganya, maka apa yang dilakukan oleh kita, termasuk amal saleh.
Tantan Jamaludin menambahkan, bahwa cita-cita setiap orang yang beriman adalah mendapatkan kebahagiaan. Namun, Allah tidak serta merta memberikannya secara langsung, dan hendaklah kita untuk melakukan apa yang diperintahkan-Nya, dari yang ringan hingga yang berat.
“Maka dengan demikian, bisa kita Yakini. Orang rela-rela subuh atau malam hari di penguhujung malam dengan dinginnya udara, dengan ngantuknya, tapi rela melaksanakan salat tahajud, bahkan tidak sedikit minimal 11 rakaat itu bisa dilaksanakan, itu karena dorongan iman pada Allah Swt. Maka, mari kita meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Swt., hingga ketakwaan kita berbuah manis, menjadikan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.”, ujarnnya.
Reporter : Muhammad Habil Apri Gholi, KPI 3/D
Tidak ada komentar
Posting Komentar