Pengkolan Menjadi Pusat Dakwah:Masjid Jamie Al-Hasby

Klik untuk membaca artikel.

Dakwahpos.com, Bandung- Pondok Pesantren Nailul Kirom Cileunyi simpan sejarah panjang perkembangan dakwah Islam sejak tahun 1918. Keunikan pesantren ini terletak pada transformasi orientasi keilmuan dari ajaran tarekat menuju disiplin ilmu fikih.

Lembaga keagamaan ini awalnya bernama Pesantren Pengkolan karena lokasinya berada tepat di tikungan jalan nasional Cileunyi. Penamaan tersebut kemudian berganti menjadi Nailul Kirom pada era kepemimpinan K.H. Agus Badruddin.

“Informasi turun-temurun dari para sesepuh mencatat pendirian tempat ini sekitar tahun 1918 hingga 1920 oleh Kiai Naqshabandi asal Garut,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Nailul Kirom saat diwawancarai pada Jum’at (23/10/2026).

Pada masa awal berdirinya, kajian difokuskan pada pemikiran Tarekat Qadiriyah wa Naqshabandiyah di bawah bimbingan Kiai Naqshabandi. Namun, dinamika kepemimpinan membawa perubahan fokus pembelajaran setelah masa kekosongan atau patrah.

“Sepeninggal pendiri, orientasi pembelajaran bergeser ke bidang fikih saat K.H. Agus Badruddin pulang pesantren pada tahun 1989,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren Nailul Kirom pada Jum’at (23/10/2026).

Estafet kepemimpinan pesantren kini berlanjut di bawah mandat keluarga sesuai dengan aturan AD/ART yang berlaku. Langkah pengembangan sarana madrasah dan masjid terus berjalan demi menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan santri.

“Amanah kepemimpinan ini saya terima sejak tahun 2012 berdasarkan kesepakatan keluarga besar,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Nailul Kirom pada Jum’at (23/10/2026).

Reporter: M Azka Adipratama, KPI/3D


Uploaded Image

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos