Mentor kegiatan Mobil IQRA, Encep Abdul Razak, menjelaskan bahwa keberadaan Mobil IQRA merupakan bagian dari visi besar yang diinisiasi oleh istri Chairul Tanjung, Ibu Anita Ratnasari Tanjung. Melalui CT Arsa Foundation, beliau berkomitmen mengentaskan kemiskinan dengan menyediakan pendidikan berkualitas. Selain Mobil IQRA yang berfokus pada literasi masyarakat, foundation ini juga menyiagakan armada pendukung lain seperti Mobil Sehat, Mobil Multimedia, hingga mobil dapur umum untuk menunjang kegiatan sosial secara lebih efektif dan lancar.
Dalam setiap kunjungannya, kegiatan edukasi dibimbing langsung oleh para mentor dengan cakupan materi yang beragam, mulai dari pendampingan membaca buku, tilawah Al-Qur'an, penyampaian motivasi, hingga pemahaman fikih. Untuk menunjang kenyamanan belajar di lapangan, armada Mobil IQRA telah dilengkapi fasilitas modern seperti sound system, TV, sumber listrik, tenda, serta koleksi buku beragam dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, hingga bacaan umum untuk orang tua dan guru.
Encep Abdul Razak menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai langkah stimulan untuk merangsang kebiasaan positif dan semangat menuntut ilmu pada anak-anak.
"Harapan kita tentunya menyelenggarakan program stimulan yang sifatnya menggugah. Dari kegiatan ini, anak-anak mudah-mudahan lebih terbiasa untuk literasi, membaca, semangat lagi untuk ngaji, dan semangat lagi untuk belajar," ungkap Encep Abdul Razak.
Meskipun berbasis di Bandung, jangkauan operasional Mobil IQRA meluas ke berbagai pelosok wilayah Jawa Barat, khususnya daerah-daerah yang masih minim akses terhadap fasilitas buku dan pendidikan. Selain area Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Lembang (Kabupaten Bandung Barat), armada ini telah menjangkau kawasan seperti Pangalengan, Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, hingga Kabupaten Bogor melalui sinergi bersama lembaga-lembaga pendidikan setempat.
Melalui kehadiran Mobil IQRA secara berkelanjutan, CT Arsa Foundation berharap anak-anak serta masyarakat di daerah sasaran dapat semakin tercerahkan, sekaligus terdorong untuk lebih aktif mengikuti pembelajaran di sekolah, majelis taklim, maupun masjid setempat.
Reporter : Solihin KPI/3D
.jpeg)
Tidak ada komentar
Posting Komentar