Menjemput Cahaya Kebaikan: Sejarah Dibalik Berdirinya Bangunan Masjid Nurul Ikhsan, Cipadung

Klik untuk membaca artikel.
Dakwahpos.com- Bandung- Di balik padatnya kawasan pemukiman warga, Masjid Nurul Ihsan terus memancarkan cahayanya sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. Berawal dari kepedulian tokoh masyarakat dan kedermawanan para donatur, masjid ini kini tumbuh menjadi ruang komunal yang hidup dan penuh keberkahan.
 
Perencanaan awal pembangunan Masjid Nurul Ihsan dimulai pada tahun 2009, di mana tanah tempat masjid berdiri merupakan wakaf dari Haji Umuh Mukhtar yang dikenal luas sebagai manajer klub sepak bola Persib Bandung. Setelah melalui proses pembangunan, masjid ini diresmikan secara resmi pada 12 November 2012 oleh Haji Umuh Mukhtar bersama Dr. K.H. Abdul Hamid dari Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sejak saat itu, renovasi dan pengembangan fisik masjid terus berjalan secara bertahap hingga menelan biaya pembenahan fasilitas mencapai lebih dari Rp120 juta.
 
Sejak pertama kali didirikan, Masjid Nurul Ihsan langsung dimanfaatkan secara aktif oleh warga sekitar. Menyambut imbauan Gerakan Magrib Mengaji dari Wali Kota Bandung pada tahun 2012, DKM Nurul Ihsan menjadi salah satu penggerak utama dalam merangkul anak-anak untuk mengaji setiap sore hingga malam. Selain program Magrib Mengaji harian untuk santri anak-anak, masjid ini juga rutin menggelar pembacaan Surat Yasin bersama warga setiap malam Jumat, pengajian Al-Barzanji pada malam Minggu, serta majelis taklim khusus ibu-ibu yang telah berjalan sejak akhir tahun 2011.
 
Keberhasilan pengelolaan Masjid Nurul Ihsan tidak terlepas dari peran jajaran Dewan Kemakmuran Masjid. Kepemimpinan DKM yang diawali oleh K.H. Asep Hidayat sejak peresmian, telah diserahterimakan kepada Ustaz Ihsanul Fauji, S.Pd. pada tahun 2023. Meskipun terletak di dalam gang, semangat kebersamaan masyarakat dalam mendukung kegiatan masjid sangat tinggi. Operasional harian didukung oleh iuran infak para santri, sedangkan acara besar keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi dan Isra Mikraj selalu sukses terselenggara berkat keswadayaan serta dukungan dana dari donatur dan masyarakat. Sinergi erat ini membuktikan bahwa keterbatasan lokasi tidak menjadi penghalang untuk terus menyiarkan nilai-nilai kebaikan dan mempererat tali silaturahmi.

Reporter: Amelia Kartika/KPI 3C
Uploaded Image

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos