Mengenal Sejarah Berdirinya Masjid Al-Hasan 3: Bukti Kebersamaan dan Gotong Royong Warga Komplek

Klik untuk membaca artikel.


 Dakwahpos.com, Bandung – Penasihat DKM Masjid Al-Hasan 3, Ali Hermansyah, memaparkan sejarah panjang berdirinya Masjid Al-Hasan 3 yang lahir dari inisiatif dan semangat gotong royong warga masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memakmurkan tempat ibadah pada Rabu (14/10/2026).

​Dalam wawancara mendalam, beliau mengungkapkan bahwa penentuan lokasi masjid bermula pada November 1995 saat warga menolak rencana pihak pengembang (developer) yang hendak menjadikan lahan tersebut sebagai tempat penampungan sampah sementara.

​"Waktu itu warga tidak setuju, lalu mengambil inisiatif untuk menjadikan lokasi ini sebagai musala, hingga akhirnya dilakukan peletakan batu pertama pada November 1995," ujar Ali Hermansyah.

​Beliau menjelaskan bahwa penamaan "Al-Hasan 3" dipilih sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih warga kepada pengembang bernama Pak Hasan Sanusi. Pengembang tersebut memberikan izin penggunaan tanah serta berkontribusi memberi bantuan material bangunan.

​"Nama Al-Hasan 3 ini dipakai sebagai tanda terima kasih kepada Pak Hasan Sanusi, di mana angka tiga menunjukkan urutan setelah Al-Hasan Raya dan Al-Hasan 2," kata Ali Hermansyah menegaskan.

​Menurut penuturan beliau, kepengurusan resmi yang awalnya bernama Dewan Keluarga Masjid (DKM) mulai dibentuk pada awal tahun 1997 untuk mengelola tempat ibadah yang kini terus berkembang pesat tersebut.

​"Hampir 100 persen pembangunan masjid yang megah ini berasal dari dana swadaya masyarakat dan donatur, dengan total anggaran mencapai lebih dari 1,2 miliar rupiah," tutur Ali Hermansyah.

​Beliau juga mengimbau kepada para generasi muda agar memiliki niat yang tulus dan fokus 100 persen Lillahita'ala dalam mengabdi serta memakmurkan masjid tanpa mengharapkan imbalan materi.


Reporter: M. Zaky Alfatih Rabbani KPI3B

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos