Dakwahpos.com, Bandung- Pengurus Masjid Nur Yasin menggelar kegiatan mengaji rutin setiap malam selepas salat Magrib sebagai bentuk pembinaan generasi muda. Program bimbingan belajar keagamaan ini diikuti oleh anak-anak usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) dengan fokus pada pembentukan karakter Islami sejak dini.
Kegiatan ini berlangsung
setiap malam di lingkungan Masjid Nur Yasin dan telah menjadi rutinitas yang konsisten
dijalankan pengurus masjid. Program ini menyasar anak-anak di sekitar masjid
sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini.
"Kegiatan mengaji ini berlangsung interaktif dan diikuti secara aktif oleh anak-anak, terutama para murid perempuan," ujar Lilis salah satu pengajar mengaji Nur Yasin, saat ditemui (15/09/2026). Berdasarkan hasil wawancara tersebut, peserta yang hadir terdiri dari tiga murid tingkat SMP, dua murid SD kelas 1 dan 2, serta tiga murid SD kelas 3 dan 4. Kehadiran para siswa ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengisi waktu malam dengan kegiatan positif di lingkungan masjid.
Materi pembelajaran yang diberikan dikemas secara bervariasi dan adaptif setiap harinya. Selain bimbingan rutin membaca Iqro dan Al-Qur'an, anak-anak juga diperkenalkan dasar-dasar huruf hijaiah sebagai fondasi awal membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Tak hanya itu, pengajar turut membekali materi penunjang seperti penambahan kosakata bahasa Arab (mufradat) serta pendalaman materi akidah Islam. Variasi materi ini bertujuan agar anak-anak tidak mudah bosan dan tetap semangat mengikuti kegiatan setiap malamnya.
Pola pembelajaran yang beragam ini diharapkan dapat menjaga semangat belajar anak-anak sekaligus memperkuat pemahaman agama mereka secara menyeluruh. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentengi anak-anak dari pengaruh negatif di era digital. Melalui program mengaji malam ini, Masjid Nur Yasin berharap dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia sejak dini.
Reporter: Imtiyaaz Haya
Mujaahidah, KPI 3/B

Tidak ada komentar
Posting Komentar