Dakwahpos.com, Bandung – Suasana ruang kelas Madrasah Al-Wahdah, Batununggal tampak berbeda dari malam-malam biasanya karena puluhan santri putra putri antusias mengikuti kegiatan Pembelajaran Bahasa Inggris yang dipandu oleh Ustaz Sahwan Faqih, Rabu malam (7/10/2026). Program edukatif ini sengaja dihadirkan untuk membekali para santri agar memiliki kemampuan komunikasi global serta daya saing yang kuat di era modern.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kegiatan, tampak Ustaz Faqih berdiri sambil memegang bahan ajar. Di dekatnya, sebuah layar monitor besar menampilkan materi visual pembelajaran bahasa Inggris yang sedang dibahas. Para santri terlihat memegang lembar modul di tangan masing-masing, menyimak setiap instruksi, serta sesekali mencatat materi tata bahasa yang dipaparkan dengan penuh konsentrasi..
Ustaz Sahwan Faqih, selaku pengajar di Madrasah Al-Wahdah, mengungkapkan bahwa inisiatif ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya membekali masa depan anak-anak tidak hanya dengan ilmu agama, tetapi juga pengetahuan dunia. "Sebagai orang Islam kan seharusnya bukan hanya tentang akhirat juga, tapi juga ada dunianya, harus merubah sesuatu. Makanya kita menambahkan program bahasa Inggris ini," ujar Ustaz Faqih saat diwawancarai.
Penguasaan bahasa Inggris dinilai sangat krusial karena statusnya sebagai bahasa internasional yang mendominasi dunia. Ustaz Faqih memaparkan bahwa para santri harus mampu berintegrasi, dan terus menunjukkan progres agar siap berkiprah. Bekal bahasa ini diharapkan akan sangat berguna jika kelak mereka berkesempatan pergi ke luar negeri, sehingga dapat berkomunikasi secara lancar dalam kehidupan internasional.
Mengingat kelas diadakan pada malam hari setelah santri seharian beraktivitas, madrasah menerapkan pendekatan yang sangat interaktif agar suasana belajar tidak membosankan. Ustaz Faqih menjelaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berjalan satu arah, melainkan murid-murid didorong aktif berbicara melalui metode conversation (percakapan) dan diselingi dengan berbagai games (permainan) bahasa. Selain itu, ia juga menekankan metode pembiasaan agar bahasa Inggris lambat laun terasa mudah dan asyik bagi para santri.
Untuk target jangka pendek, pengajar berharap para santri setidaknya menguasai dasar-dasar bahasa Inggris. "Yang pasti kalau misalnya ada orang ngomong Inggris, mereka tuh nggak ha-ho-ha-ho doang, pastinya bisa ngomong sedikit, atau minimal ngerti kalau ada tulisan Inggris di HP mereka," tuturnya dengan nada santai. Ia juga mencontohkan, setidaknya santri bisa mengarahkan jalan jika kelak bertemu dengan turis asing.
Ke depannya, pihak madrasah memiliki visi besar agar para santri bisa terus go international dan meningkatkan kapasitas bahasa Inggris mereka. Puncak dari harapan penguasaan bahasa asing ini, tegas Ustaz Faqih, adalah agar keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai luhur Islam ke seluruh penjuru dunia.
Reporter: Muhamad Fahmy Assowab, KPI/3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar