Membentuk Jiwa Pejuang, Santri Al-Mu’awanah Dibiasakan Tahajud

Klik untuk membaca artikel.

Dakwahpos.com, Bandung — Santri Pondok Pesantren Al-Mu’awanah, Cibiru Hilir, rutin melaksanakan salat tahajud setiap malam. Pada Senin, 5 Oktober 2026, para santri kembali melaksanakan tahajud seperti biasa di Masjid Al-Mu’awanah sebagai bagian dari rutinitas harian di pondok.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mu’awanah, KH. A. Iwan Hermawan, S.Pd.I., untuk membentuk pribadi santri yang baik sekaligus memiliki jiwa seorang pejuang. Selain itu, rutinitas tahajud diharapkan dapat membentuk santri agar lebih produktif karena terbiasa bangun lebih awal, tidak terlambat mengikuti perkuliahan, memperoleh fadhilah atau keutamaan salat tahajud, serta menjaga santri dari hal-hal yang buruk dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membina santri agar menjadi pribadi yang baik dan memiliki jiwa sebagai seorang pejuang,” ujar Rika Mudrikah, Roisah Pondok Pesantren Al-Mu’awanah, ketika diwawancarai pada 6 Oktober 2026.

Kegiatan tahajud tersebut telah berjalan sejak lama. Pada awalnya, sebagian santri merasa terpaksa karena belum terbiasa bangun untuk melaksanakan tahajud. Namun, seiring berjalannya waktu, para santri mulai terbiasa hingga mampu melaksanakannya secara istiqamah.

“Pada awalnya, sebagian santri merasa terpaksa, terutama bagi santri yang belum terbiasa melaksanakan tahajud. Namun, seiring berjalannya waktu, santri mulai terbiasa dengan rutinitas tersebut sehingga pada akhirnya mereka dapat melaksanakan tahajud secara istiqamah.” ujar Rika.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan tarkhim yang dilakukan oleh santri ikhwan sekitar 45 menit sebelum azan. Dalam tarkhim tersebut terdapat bacaan doa tawassul, Surah Al-Waqi’ah, dan shalawat, kemudian dilanjutkan dengan azan. Selama tarkhim berlangsung, para santri melaksanakan salat tahajud dan mengikuti pembacaan Surah Al-Waqi’ah.

Melalui rutinitas tahajud tersebut, pimpinan pondok berharap santri tidak hanya terbiasa melaksanakan ibadah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang produktif, disiplin, dan memiliki jiwa seorang pejuang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Reporter: Amanda Najwa Syarif, KPI/3D

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos