Dakwahpos.com, Bandung —Masjid Al-Fath Panyileukan mengajak jemaah menemukan kebahagiaan melalui kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kajian yang disampaikan Ustazah Fika Sakinah pada Selasa, 6/10/2026. Kajian tersebut membahas cara menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan melalui membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan pesan yang terkandung di dalamnya.
Ustazah Fika Sakinah menjelaskan bahwa jiwa yang belum bersih dapat membuat seseorang sulit berlama-lama bersama Al-Qur’an. Namun, Al-Qur’an juga menjadi sarana untuk membersihkan noda dalam jiwa. Karena itu, seseorang perlu terus berusaha membaca Al-Qur’an meskipun pada awalnya belum merasakan kenikmatan dalam membacanya.
“Jadi kita fungsikan dalam hati bahwa Al-Qur’an ini nasihat untuk saya,” ujar Ustazah Fika Sakinah. Ia menjelaskan bahwa dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai nasihat, setiap ayat yang dibaca dapat mendorong seseorang untuk memperbaiki diri dan mengubah perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran yang terkandung di dalamnya.
Selain sebagai nasihat, Al-Qur’an juga dapat difungsikan sebagai syifa atau obat bagi penyakit yang terdapat dalam hati. Jemaah diajak mengenali kekurangan diri, seperti kurang sabar, mudah marah, dan memiliki rasa iri kepada orang lain. Setelah menyadari kekurangan tersebut, seseorang dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai sarana untuk memperbaiki dan mengobati penyakit hati secara bertahap.
“Makanya kenapa tidak heran banyak orang-orang yang hafal tidak 20 juz, bisa berlama-lama murajaah, 5 juz sekali duduk,” ungkap Ustazah Fika Sakinah. Ia menjelaskan bahwa kemampuan tersebut dapat muncul karena adanya kenikmatan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Menurutnya, seseorang perlu terus mengulang bacaan hingga tumbuh rasa rindu ketika jauh dari Al-Qur’an.
Pada akhir kajian, Ustazah Fika Sakinah mengingatkan bahwa kemampuan menghafal setiap orang berbeda sehingga jumlah hafalan bukan menjadi ukuran utama kebaikan seseorang. Menurutnya, yang terpenting adalah terus berjuang bersama Al-Qur’an hingga akhir hayat. Dengan terus menjaga hubungan dengan Al-Qur’an, seseorang diharapkan dapat menikmati keberadaannya dan menyadari bahwa Al-Qur’an lebih berharga daripada harta yang dimiliki.
Reporter: Assyfa Nur Aulia/KPI 3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar