Dakwahpos.com, Bandung - Almarhum Dr. Dindin Jamaluddin, mantan Ketua DKM Darussalam (2012–2023), Permata Biru, Cileunyi, Kabupaten Bandung. Memprioritaskan beasiswa pendidikan dibanding sekadar pembagian sembako, sebagaimana terungkap melalui sesi wawancara bersama salah satu pengurus masjid pada Rabu (14/10/2026).
Selain memimpin DKM, ia juga pernah menjabat Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung periode 2019–2023.
Pengurus Masjid Darussalam, Edi Yusuf, mengatakan bahwa almarhum tidak menjadikan pembangunan fisik sebagai prioritas utama. Menurutnya, perhatian almarhum tertuju pada kondisi jemaah.
Edi menjelaskan, pandangan mendiang Dindin Jamaluddin soal bantuan pendidikan berawal dari pertimbangan jangka panjang. Menurutnya, bantuan sembako akan habis dalam waktu singkat, sedangkan beasiswa memberi bekal yang bertahan lama bagi penerimanya.
“Lebih baik menolong satu orang yang membutuhkan biaya pendidikan daripada kita punya uang cuma untuk membagikan sembako,” ujarnya.
Meski begitu, program sembako tidak dihilangkan, melainkan dibagi berdasarkan skala prioritas. Ia menambahkan, almarhum berharap penerima beasiswa yang kelak lulus dan bekerja akan mengingat kebaikan masjid dan membalasnya.
Beasiswa tersebut tidak hanya tertuju pada mahasiswa. Edi menyebut, pada waktu itu penerimanya diperkirakan kurang dari sepuluh orang, mulai dari santri hingga mahasiswa di STKS, UIN, dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Edi mengaku anaknya termasuk yang dibantu hingga lulus pesantren.
Selain beasiswa, Edi menuturkan bahwa almarhum juga sigap merespons jemaah yang kesulitan secara finansial. Setiap ada jemaah yang meminta bantuan, pengurus langsung berkumpul dan mendatangi yang bersangkutan untuk menanyakan kebutuhan, jumlah anggota keluarga, serta penghasilannya sebelum memberi bantuan.
Menurut Edi, seusai salat, almarhum biasanya langsung menemui jemaah dan menanyakan siapa yang tidak hadir. Jika ada yang sakit, ia meminta pengurus segera menjenguk dan membantu dengan makanan atau uang.
“Dia itu lebih baik memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri,” ujarnya.
Ia menuturkan, almarhum juga selalu meyakinkan pengurus agar membantu tanpa terlalu banyak perhitungan, karena percaya kebaikan itu akan berbalas.
Reporter: Farid Zakhir Muzhaffar, KPI/3D

Tidak ada komentar
Posting Komentar