Dakwahpos.com, Bandung – Khutbah Jumat yang disampaikan khatib Ustaz Dr. H. Abdul Azis M., M.Ag. di Masjid Jami' Al-Anshari, Cipadung, pada Jumat (18/9/2026) mengangkat tema pentingnya rasa cinta kepada Rasulullah saw. Bertepatan dengan momentum bulan Rabiul Awal.
Dalam khutbahnya, Ustaz Abdul Azis mengajak jemaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Yakni dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, momentum bulan Rabiul Awal menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk menumbuhkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad saw.
"Dengan rasa cinta, hal yang luar biasa bisa terjadi," ujar Ustaz Abdul Azis, mencontohkan kisah anjing Kitmir yang setia menjaga para pemuda Ashabul Kahfi selama 309 tahun dalam tidur mereka.
Ia menjelaskan, meski anjing tergolong hewan najis mughalladhah dalam ilmu fikih, Kitmir ditakdirkan ikut masuk surga bersama Ashabul Kahfi.
"Ya Allah, mengapa anjing Kitmir ini ikut masuk ke dalam surga?" tanya malaikat, sebagaimana dikisahkan Ustaz Abdul Azis. Allah menjawab bahwa di dalam hati Kitmir terdapat rasa cinta dan kesetiation kepada orang-orang saleh, sehingga hewan yang najis pun bisa bersanding dengan mereka di surga.
Contoh lain yang diangkat Ustaz Abdul Azis adalah kisah Abu Lahab, paman Nabi yang dikenal sangat menentang dakwah Islam. Menurutnya, Abu Lahab sempat bergembira dan memerdekakan budaknya, Suwaibah, saat mendengar kelahiran Nabi Muhammad saw.
"Berkat kegembiraan itu, setiap malam Senin siksa kuburnya diringankan oleh Allah Swt., sebagaimana tertulis dalam kitab hadis Fathul Bari," jelasnya.
Ustaz Abdul Azis menegaskan, sebagai umat Nabi, jemaah semestinya jauh lebih pantas mendapatkan kemuliaan tersebut karena beriman dan mencintai Rasulullah saw., bukan menentangnya seperti Abu Lahab.
Empat Cara Menumbuhkan Cinta kepada Nabi
Dalam kajiannya, Ustaz Abdul Azis memaparkan empat cara yang bisa dilakukan jemaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah saw:
Dalam kajiannya, Ustaz Abdul Azis memaparkan empat cara yang bisa dilakukan jemaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah saw:
Ustaz Abdul Azis menyampaikan pentingnya memperbanyak shalawat karena keistimewaannya yang unik sebagaimana tertuang dalam QS Al-Ahzab ayat 56 di mana Allah dan para malaikat-Nya pun bershalawat kepada Nabi, sekaligus mengajak jemaah untuk bijak memilih ulama panutan yang benar-benar saleh agar ucapannya menjadi tuntunan, bukan sekadar tontonan. Beliau juga menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah saw. yang tawaduk, seraya mengutip pesan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani bahwa adab lebih utama daripada ilmu, lalu menutup pemaparannya dengan mengajak jemaah untuk terus melanjutkan estafet dakwah Nabi yang telah diwariskan oleh para sahabat, tabiin, hingga ulama salafus saleh.
Harapan Keberkahan
Khutbah ditutup dengan doa agar seluruh jemaah diakui sebagai umat Nabi Muhammad saw. dan kelak dikumpulkan bersama beliau di surga Allah Swt. Melalui momentum shalat Jumat dan penguatan rasa cinta kepada Rasulullah saw., jemaah diharapkan dapat mewujudkan kecintaan tersebut dalam bentuk amal nyata sehari-hari.
Reporter: Zahratulislamy Latiefah Muttaqien, KPI/3A
Dalam khutbahnya, Ustaz Abdul Azis mengajak jemaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Yakni dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, momentum bulan Rabiul Awal menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk menumbuhkan kembali rasa cinta kepada Nabi Muhammad saw.
"Dengan rasa cinta, hal yang luar biasa bisa terjadi," ujar Ustaz Abdul Azis, mencontohkan kisah anjing Kitmir yang setia menjaga para pemuda Ashabul Kahfi selama 309 tahun dalam tidur mereka.
Ia menjelaskan, meski anjing tergolong hewan najis mughalladhah dalam ilmu fikih, Kitmir ditakdirkan ikut masuk surga bersama Ashabul Kahfi.
"Ya Allah, mengapa anjing Kitmir ini ikut masuk ke dalam surga?" tanya malaikat, sebagaimana dikisahkan Ustaz Abdul Azis. Allah menjawab bahwa di dalam hati Kitmir terdapat rasa cinta dan kesetiation kepada orang-orang saleh, sehingga hewan yang najis pun bisa bersanding dengan mereka di surga.
Contoh lain yang diangkat Ustaz Abdul Azis adalah kisah Abu Lahab, paman Nabi yang dikenal sangat menentang dakwah Islam. Menurutnya, Abu Lahab sempat bergembira dan memerdekakan budaknya, Suwaibah, saat mendengar kelahiran Nabi Muhammad saw.
"Berkat kegembiraan itu, setiap malam Senin siksa kuburnya diringankan oleh Allah Swt., sebagaimana tertulis dalam kitab hadis Fathul Bari," jelasnya.
Ustaz Abdul Azis menegaskan, sebagai umat Nabi, jemaah semestinya jauh lebih pantas mendapatkan kemuliaan tersebut karena beriman dan mencintai Rasulullah saw., bukan menentangnya seperti Abu Lahab.
Empat Cara Menumbuhkan Cinta kepada Nabi
Dalam kajiannya, Ustaz Abdul Azis memaparkan empat cara yang bisa dilakukan jemaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah saw:
Dalam kajiannya, Ustaz Abdul Azis memaparkan empat cara yang bisa dilakukan jemaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah saw:
Ustaz Abdul Azis menyampaikan pentingnya memperbanyak shalawat karena keistimewaannya yang unik sebagaimana tertuang dalam QS Al-Ahzab ayat 56 di mana Allah dan para malaikat-Nya pun bershalawat kepada Nabi, sekaligus mengajak jemaah untuk bijak memilih ulama panutan yang benar-benar saleh agar ucapannya menjadi tuntunan, bukan sekadar tontonan. Beliau juga menekankan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah saw. yang tawaduk, seraya mengutip pesan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani bahwa adab lebih utama daripada ilmu, lalu menutup pemaparannya dengan mengajak jemaah untuk terus melanjutkan estafet dakwah Nabi yang telah diwariskan oleh para sahabat, tabiin, hingga ulama salafus saleh.
Harapan Keberkahan
Khutbah ditutup dengan doa agar seluruh jemaah diakui sebagai umat Nabi Muhammad saw. dan kelak dikumpulkan bersama beliau di surga Allah Swt. Melalui momentum shalat Jumat dan penguatan rasa cinta kepada Rasulullah saw., jemaah diharapkan dapat mewujudkan kecintaan tersebut dalam bentuk amal nyata sehari-hari.
Reporter: Zahratulislamy Latiefah Muttaqien, KPI/3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar