Dakwahpos.com, Bandung- Jamaah Masjid Ar-Rohman Pasir Biru, Cibiru menyimak khotbah Jumat bertema tentang sikap syukur dan sabar. Khutbah tersebut berfokus pada keseimbangan emosi saat menghadapi kelapangan dan kesempitan hidup. Pesan utama menyoroti pentingnya kebergantungan manusia hanya kepada Allah SWT.
Allah SWT berkuasa penuh untuk mengubah keadaan hamba-Nya dalam sekejap. Perubahan dari sedih ke gembira atau sebaliknya bertujuan sebagai ujian keimanan. Hal ini menyadarkan manusia agar selalu bersandar pada kekuatan kalimat tauhid.
Terdapat tiga pemicu utama rasa risau dalam kehidupan sehari-hari manusia. Ketiga hal tersebut adalah perbuatan dosa, kehilangan harta benda, dan hinaan dari orang lain. Setiap masalah duniawi tersebut senantiasa memiliki solusi spiritual masing-masing.
"Manusia harus pasrah, bertawakal, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT apabila rasa risau datang tanpa sebab yang jelas," ujar Khatib, Jum’at (02/10/2026).
Selain rasa sedih, jamaah juga harus senantiasa mewaspadai rasa gembira berlebihan. Rasa riang ini biasanya muncul karena rezeki lancar atau pujian dari orang lain. Umat Islam tidak boleh sombong atas karunia sementara tersebut.
Prestasi dan pujian sejatinya terwujud karena Allah SWT menutupi aib hamba-Nya. Hamba yang baik akan menyerahkan semua pilihan hidupnya kepada takdir Allah. Mereka tidak akan pernah memaksakan ambisi pribadinya secara berlebihan.
Khutbah kedua ditutup dengan lantunan doa ampunan bagi seluruh kaum muslimin. Khatib juga memohon perlindungan bagi jamaah dari segala bala bencana dunia. Rangkaian ibadah suci ini diakhiri dengan doa keselamatan dunia dan akhirat.
Reporter: Mahesa Almaliki Hidayat, KPI/3C.
Allah SWT berkuasa penuh untuk mengubah keadaan hamba-Nya dalam sekejap. Perubahan dari sedih ke gembira atau sebaliknya bertujuan sebagai ujian keimanan. Hal ini menyadarkan manusia agar selalu bersandar pada kekuatan kalimat tauhid.
Terdapat tiga pemicu utama rasa risau dalam kehidupan sehari-hari manusia. Ketiga hal tersebut adalah perbuatan dosa, kehilangan harta benda, dan hinaan dari orang lain. Setiap masalah duniawi tersebut senantiasa memiliki solusi spiritual masing-masing.
"Manusia harus pasrah, bertawakal, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT apabila rasa risau datang tanpa sebab yang jelas," ujar Khatib, Jum’at (02/10/2026).
Selain rasa sedih, jamaah juga harus senantiasa mewaspadai rasa gembira berlebihan. Rasa riang ini biasanya muncul karena rezeki lancar atau pujian dari orang lain. Umat Islam tidak boleh sombong atas karunia sementara tersebut.
Prestasi dan pujian sejatinya terwujud karena Allah SWT menutupi aib hamba-Nya. Hamba yang baik akan menyerahkan semua pilihan hidupnya kepada takdir Allah. Mereka tidak akan pernah memaksakan ambisi pribadinya secara berlebihan.
Khutbah kedua ditutup dengan lantunan doa ampunan bagi seluruh kaum muslimin. Khatib juga memohon perlindungan bagi jamaah dari segala bala bencana dunia. Rangkaian ibadah suci ini diakhiri dengan doa keselamatan dunia dan akhirat.
Reporter: Mahesa Almaliki Hidayat, KPI/3C.
Tidak ada komentar
Posting Komentar