Kegiatan Pengajian tetap Berjalan meski Kelas Santri Remaja kian Berkurang

Klik untuk membaca artikel.

DAKWAHPOS.COM, BANDUNG — Pengajian rutin Masjid Jami' At-Taufiq tetap berjalan pada Selasa malam Rabu (13-10-2026) Kegiatan pengajiannya memiliki tingkatan tertinggi yang diikuti santri usia SMP hingga SMA, yakni Kelas A. Di kelas ini, para santri remaja tidak hanya belajar membaca Al-Qur'an, tetapi juga mendalami akhlak, tauhid, tajwid, dan fikih.

Materi yang diajarkan di Kelas A mencakup Akhlakul Banin, tauhid, tajwid, serta fikih. Pada pelajaran tajwid, santri mempelajari sifatul huruf dan makharijul huruf agar bacaan Al-Qur'an mereka semakin tepat dan fasih.

Selain pelajaran tersebut, setiap malam Minggu santri Kelas A mengikuti kegiatan tahfidz atau hafalan Al-Qur'an. Setelah menyelesaikan Juz 30, mereka melanjutkan hafalan surat-surat pilihan yang sering dibaca di tengah masyarakat, seperti Ar-Rahman, Yasin, Al-Waqiah, dan Al-Mulk.

Di balik materi yang cukup lengkap itu, jumlah santri Kelas A menjadi yang paling sedikit dibanding tingkatan lain. Dahulu, kelas ini pernah terbagi hingga tujuh kelas, namun jumlahnya terus berkurang. Penyebabnya, anak-anak yang telah memasuki usia SMP dan SMA mulai malas belajar.Tetapi walaupun jumblah santri berkurang, tidak menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti mengaji.

Meski demikian, kegiatan belajar di Kelas A tetap berjalan dengan materi yang sama, menjadi bekal ilmu agama bagi santri remaja agar tetap dekat dengan Al-Qur'an.

Reporter: Naila Hulwatul Ishmah. 
 

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos