Dakwahpos.com, Bandung — Kajian keislaman di Masjid Arrohmah, Jati, pada Sabtu, (17/10/2026) membahas tentang hakikat rezeki, ketetapan Allah Swt., serta pentingnya mengorbankan harta dan tenaga untuk meraih rida-Nya. Materi kajian tersebut juga mengangkat kisah sahabat Nabi Muhammad saw., Suhaib Ar-Rumi, sebagai teladan keimanan dan pengorbanan.
Dalam ceramahnya, Ustaz Firman menjelaskan bahwa manusia sering kali menganggap rezeki yang diperoleh merupakan hasil dari kepintaran, pekerjaan, dan usaha pribadi. Padahal, seluruh rezeki pada hakikatnya berada dalam kekuasaan Allah Swt.
Oleh karena itu, manusia perlu menyadari bahwa usaha harus disertai rasa syukur dan keyakinan kepada Allah. Ustaz Firman juga mengingatkan bahwa setiap manusia menjalani kehidupan dengan berbagai kesulitan dan perjuangan.
Karena itu, manusia hendaknya tidak hanya berfokus pada banyak atau sedikitnya rezeki yang diperoleh, tetapi juga memperhatikan bagaimana rezeki tersebut digunakan sesuai dengan ajaran Islam. “Rezeki yang kita dapatkan bukan semata-mata karena kepintaran dan usaha kita, tetapi juga atas kuasa Allah Swt.,” ujar Ustaz Firman dalam kajiannya.
Selain membahas rezeki, kajian tersebut mengangkat pada kisah Suhaib Ar-Rumi, seorang sahabat Nabi Muhammad saw. yang dikenal melalui pengorbanannya demi mempertahankan keimanan. Dalam materi yang disampaikan, diceritakan bahwa Suhaib rela meninggalkan hartanya agar dapat berhijrah ke Madinah dan menyusul Rasulullah saw.
Kisah tersebut dikaitkan dengan kandungan Surah Al-Baqarah ayat 207 yang menjelaskan tentang orang yang mengorbankan dirinya demi mencari keridaan Allah Swt. Melalui kisah ini, jamaah diajak memahami bahwa harta bukanlah tujuan utama kehidupan, melainkan amanah yang dapat digunakan untuk melakukan kebaikan.
Ustaz Firman juga menekankan bahwa pengorbanan di jalan Allah tidak selalu berbentuk materi. Tenaga dan waktu pun dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti membantu membersihkan masjid, menyantuni anak yatim, serta mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Selain itu, jamaah diingatkan untuk memperbanyak zikir, meningkatkan ibadah, dan membiasakan diri bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah Swt. Amalan tersebut diharapkan dapat memperkuat keimanan sekaligus mendorong umat Islam agar lebih peduli terhadap sesama.
Melalui kajian ini, jamaah diharapkan mampu memahami bahwa rezeki merupakan amanah dari Allah Swt. yang perlu disyukuri dan dimanfaatkan untuk kebaikan.
Kisah Suhaib Ar-Rumi juga menjadi pengingat bahwa keteguhan iman dan kesediaan berkorban demi mencari rida Allah merupakan nilai penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Arsya Nurulhijjah, KPI/3A

Tidak ada komentar
Posting Komentar