Evolusi Rumah Sederhana, Masjid Al-Ikhlas Jadi Pelita Ilmu Lintas Mazhab

Klik untuk membaca artikel.
Dakwahpos.com, Bandung- Warga Kompleks Bumi Harapan, Cibiru, kini rutin menghidupkan syiar Islam melalui berbagai kajian keislaman di Masjid Al-Ikhlas. Tingginya intensitas kegiatan edukasi tersebut berhasil menyatukan jamaah dalam sebuah pusat kajian yang merangkul keberagaman latar belakang mazhab tanpa adanya batasan sekat golongan baik mazhab ataupun Ormas.

Sebelum menjadi bangunan permanen, tempat peribadatan ini memiliki sejarah panjang yang bermula pada tahun 2010 silam. Kala itu, warga sekitar bergotong royong memanfaatkan sebuah rumah kosong tipe 21 seluas 60 meter persegi untuk kegiatan ibadah harian.

Seiring berjalannya waktu, bangunan mungil tersebut secara bertahap dipugar menjadi masjid permanen berkat donasi tokoh masyarakat setempat. “Dengan upaya para tokoh di sini, yang sebagian besar sudah wafat, bangunan ini akhirnya jadi permanen seperti sekarang,” ujar Pak Zuhri selaku Pengurus Masjid Al-Ikhlas, Kamis (15/10/2026).

Transformasi wujud fisik tersebut turut diikuti oleh peningkatan intensitas kegiatan dakwah yang sangat padat. Tingginya frekuensi pengajian harian dari subuh hingga malam membuat tempat ibadah ini secara resmi dijuluki Masjid Pelita Ilmu.

Jangkauan syiar dakwah Masjid Al-Ikhlas kini nyatanya tidak lagi dibatasi oleh sekat dinding bangunan fisik. Ketua DKM bersama jajaran pengurus berinovasi merambah ranah digital melalui siaran langsung YouTube dan TikTok @pelitaikhlas agar ilmu tersebut dapat didengar masyarakat luas di mana saja.

Melalui majelis ilmu hibrida tersebut, pengurus masjid secara konsisten menyajikan materi fikih perbandingan empat mazhab. Pendekatan edukatif ini sengaja diterapkan demi memperluas wawasan keislaman warga sekaligus menangkal tumbuhnya sikap fanatisme buta.

Keterbukaan ini sukses membuat para jamaah dengan latar belakang amalan ibadah berbeda mampu berdampingan secara rukun. "Masjid ini tidak fanatik ke satu mazhab, kita menambah wawasan agar warga tidak mudah menyalahkan atau menghakimi sesama jamaah," tambah Pengurus Masjid Al-Ikhlas, Kamis (15/10/2026).

Pergerakan sejarah dari sebuah rumah kosong hingga bertransformasi menjadi pusat dakwah digital membuktikan tingginya dedikasi warga Bumi Harapan. Ruang inklusif ini terbukti ampuh mencetak generasi jamaah yang kaya akan ilmu, berpikiran terbuka, dan adaptif terhadap teknologi.
WhatsApp Image 2026-10-15 at 06.54.43.jpeg
Reporter: Farah Novita Maharani, KPI/3C

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos