Dakwahpos.com, Bandung — Mubaligh Danny Hanjodi menyampaikan kajian
keagamaan mengenai makna kebahagiaan serta pentingnya menumbuhkan sikap ikhlas,
sabar, dan bersyukur di Cihonje, Kabupaten Bandung, Jumat (15/10/2026). Kajian
yang dihadiri oleh jemaah Majelis Taklim Nurul Ikhwan ini membahas tuntas
hubungan antara ibadah kepada Allah SWT dan kebaikan terhadap sesama manusia.
Dalam
penyampaiannya, Danny mengajak jemaah untuk memahami bahwa kebahagiaan sejati
tidak hanya berkaitan dengan terpenuhinya keinginan materi, melainkan juga cara
seseorang menyikapi setiap perjalanan hidup.
Danny
menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, seseorang biasanya menjawab
“Alhamdulillah, baik” ketika ditanya mengenai kabarnya. Menurutnya, jawaban
tersebut dapat menjadi bentuk upaya untuk menjaga perasaan orang lain agar
tidak merasa cemas atau khawatir.
Ia
kemudian mengaitkan hal tersebut dengan pentingnya memperhatikan kondisi hati
sesama manusia. "Selain menjalankan ibadah yang berhubungan langsung
dengan Allah SWT, umat Islam juga perlu melakukan kebaikan yang memberikan
manfaat bagi orang lain, salah satunya dengan menghadirkan kebahagiaan dalam
hati mereka," ujar Danny di hadapan para jemaah.
Dalam
kesempatan tersebut, Danny memperkenalkan konsep idkhalus surur fi qulubin
nas, yaitu amalan menghadirkan kebahagiaan ke dalam hati orang lain. Ia
juga menguraikan perbedaan antara perasaan senang, bahagia, dan gembira.
Menurut pemahamannya, senang berasal dari dalam diri, bahagia muncul karena
faktor eksternal seperti memperoleh sesuatu, sedangkan gembira erat kaitannya
dengan kebersamaan di majelis taklim maupun keluarga.
Lebih
lanjut, Danny mengingatkan bahwa kebahagiaan yang hanya bergantung pada hal-hal
materi tidak akan memberikan kepuasan yang berkelanjutan. "Memiliki
telepon genggam baru belum tentu membuat seseorang bahagia apabila tidak
memiliki kuota internet, sebagaimana memiliki mobil tidak cukup apabila tidak
tersedia bahan bakar," tegasnya memberikan ilustrasi.
Guna
menjalani kehidupan dengan lebih tenang, Danny menekankan tiga sikap utama yang
wajib ditanamkan, yaitu ikhlas, sabar, dan bersyukur. "Ikhlas dalam
beribadah berarti melakukan kebaikan murni karena Allah SWT, bukan semata-mata
demi mengejar pujian atau pengakuan manusia," tambahnya seraya
mengingatkan pentingnya menata niat dalam beramal.
Selain
ikhlas, kesabaran menjadi poin penting yang disoroti dalam kajian tersebut.
Danny menjelaskan bahwa sabar diperlukan dalam pelbagai situasi, baik saat
menghadapi hal yang disukai, situasi yang tidak disukai, maupun ketika tertimpa
musibah dan bencana alam, agar seseorang tetap dapat bersikap bijaksana.
Sikap
ketiga yang tidak kalah krusial adalah rasa syukur. Danny mengajak jemaah untuk
selalu membiasakan diri mengucapkan Alhamdulillah dan tetap melihat
nikmat Allah SWT dalam keadaan apa pun. Ia mencontohkan seseorang yang
kehilangan kendaraan namun tetap gigih beraktivitas sebagai gambaran untuk
tidak berfokus pada apa yang hilang, melainkan pada nikmat yang masih tersisa.
Reporter: Raihanum, KPI/3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar