Dakwahpos.com, Bandung — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Thoyyibah Cipadung pada (03/10/2026) menjadi momentum untuk mengingat kembali kecintaan kepada Rasulullah. Dalam tausiyahnya, KH. Warsum Winaryo mengajak jamaah untuk tidak hanya mencintai Nabi melalui ucapan, tetapi juga meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
KH. Warsum menyampaikan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat diwujudkan melalui shalawat dan usaha mengikuti keteladanan beliau. Menurutnya, rasa cinta kepada Nabi perlu terlihat dari bagaimana seseorang menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan, bukan hanya melalui pengakuan bahwa dirinya mencintai Nabi.
Hal tersebut disampaikan KH. Warsum dengan mengatakan, “Tergantung karo akhlak orang, kumaha seberapa banyak, seberapa jauh kita melaksanakan Rasulullah.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah berkaitan dengan sejauh mana umat mampu mengikuti dan melaksanakan keteladanan beliau dalam kehidupan.
Menurut KH. Warsum, akhlak Rasulullah menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan oleh umat. Ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Nabi tidak cukup hanya dengan memperbanyak ucapan tentang cinta kepada Rasulullah, tetapi juga perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang baik.
“Akhlak teladan Kanjeng Rasul ini pedoman hidup,” ujar KH. Warsum. Ia menekankan bahwa keteladanan Rasulullah dapat dijadikan pedoman oleh umat dalam menjalani kehidupan, sehingga kecintaan kepada Nabi memiliki wujud nyata dalam akhlak sehari-hari.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang Rasulullah, tetapi juga mengingat kembali akhlak yang beliau teladankan. Shalawat dan kecintaan kepada Nabi menjadi bagian dari upaya untuk terus mendekatkan diri kepada keteladanan Rasulullah.
Melalui peringatan Maulid Nabi, KH. Warsum mengajak jamaah untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus berusaha mengikuti akhlaknya. Sebagaimana disampaikannya, “Akhlak teladan Kanjeng Rasul ini pedoman hidup,” sehingga rasa cinta kepada Nabi diharapkan tidak berhenti pada ucapan, tetapi juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Sultan Mauludin, KPI/3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar