Ustaz Shobirin Ajak Jemaah Renungi Keagungan dan Kepemilikan Allah

Klik untuk membaca artikel.

 

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Al-Wafa Cibiru Hilir menggelar Kultum Subuh Rutin Sabtu dengan mengulas lanjutan tafsir Surah Thaha pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini diikuti masyarakat dan pemuda setempat.

Dalam kultumnya, Ustaz Shobirin membuka pembahasan dengan doa yang lazim dibaca penuntut ilmu, yakni "Robbi syrohli shodri wa yassir li amri wahlul 'uqdatam mil lisani yafqahu qauli", yang bersumber dari kisah Nabi Musa AS dalam Surah Thaha.

"Doa itu pun menjadi salah satu doa primer yang semestinya digunakan penuntut ilmu, misalkan saat mau presentasi di kelas atau di mana pun," ujarnya.

Ia menceritakan bahwa keterbatasan lisan Nabi Musa bermula sejak masa kecilnya di istana Fir'aun. Untuk menguji Musa kecil, Fir'aun menyodorkan pilihan antara bara api dan roti; Nabi Musa memilih bara api yang kemudian dimasukkan ke mulutnya, sehingga lisannya menjadi terbata-bata hingga diutus menjadi nabi.

Ustaz Shobirin turut menjelaskan bahwa kata "Thaha" merupakan salah satu nama lain Nabi Muhammad SAW menurut sejumlah ulama tafsir, termasuk dalam Tafsir Jalalain. Memberi nama anak dengan nama Nabi, katanya, merupakan hal yang baik.

Ia mengaitkan turunnya Surah Thaha dengan Surah Al-Muzzammil dan Al-Muddatstsir, yang menurut Tafsir Jalalain menggambarkan bahwa Al-Qur'an diturunkan bukan untuk memberatkan Nabi Muhammad SAW, melainkan untuk meneguhkan dan meringankan hatinya.

"Al-Qur'an diturunkan untuk membuat kita takut kepada Allah, bukan sebagai ajang perlombaan hafalan," katanya.

Ia juga menjelaskan ayat tentang Allah yang bersemayam di atas Arsy, dengan menegaskan bahwa Allah tidak terikat ruang maupun waktu layaknya makhluk. Segala yang ada di langit, di bumi, dan di antara keduanya, disebutnya sebagai milik Allah semata.

Dalam kesempatan itu, Ustaz Shobirin turut mengingatkan jemaah agar tidak merendahkan sesama hanya karena perbedaan fisik, sebab semua manusia dan ciptaan lainnya merupakan milik Allah.

"Jangan jahat jadi orang normal," ujarnya, mengingatkan jemaah untuk tidak mengolok-olok orang-orang yang berbeda, seperti penyandang albino atau warna kulit tertentu.

Kultum ditutup dengan penjelasan nama-nama Allah, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yang juga terkandung dalam Surah Al-Fatihah, surah yang disebutnya dapat menenangkan hati bila dibaca dengan penuh keyakinan.

Kultum subuh rutin ini merupakan agenda pekanan Masjid Al-Wafa Cibiru Hilir yang diikuti masyarakat dan pemuda setempat sebagai sarana pembinaan spiritual menjelang akhir pekan.

Reporter: Salman Al Farisi, KPI 3-C

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos