Dakwahpos.com, Bandung— Jamaah Masjid At-Taqwa antusias mengikuti kajian keagamaan mingguan yang dilaksanakan pada selasa (15/09/2026) di Masjid At-Taqwa, Cibuntu, Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Yusuf Badri hadir sebagai penceramah untuk mengajak jamaah menjaga kemurnian makna Al-Qur'an agar umat Islam tidak terjebak dalam penafsiran yang keliru di era modern. Kajian ini digelar guna membentengi pemahaman keagamaan jamaah serta meluruskan berbagai pandangan yang tidak sesuai dengan kaidah tafsir yang benar.
Ustadz Yusuf Badri menegaskan bahwa pemahaman Al-Qur'an harus didasarkan pada metode penafsiran yang sah (tafsir bil-ma'tsur) dan kaidah ilmu yang tepat. Beliau mengingatkan bahwa kesalahan kecil dalam pengucapan huruf (tajwid) maupun penafsiran yang hanya mengandalkan logika pribadi (tafsir bir-ra'yi) tanpa dasar ilmu bahasa Arab dapat mengubah total makna ayat Al-Qur'an.
Dalam pemaparannya, Ustadz Yusuf Badri menjelaskan sejarah penurunan Al-Qur'an yang terjadi secara bertahap (munajjaman). Metode penataan wahyu secara berangsur-angsur ini berfungsi untuk menguatkan hati Nabi Muhammad SAW sekaligus mempermudah penyampaian risalah hukum, sejarah, serta petunjuk kehidupan sehari-hari kepada umat Islam.
Selain itu, beliau juga meluruskan berbagai pandangan kontroversial yang marak beredar mengenai asal-usul manusia dan kisah prasejarah. Ustadz Yusuf Badri menegaskan kembali posisi teguh Nabi Adam AS sebagai manusia pertama sekaligus khalifah di bumi sesuai dengan petunjuk wahyu yang autentik.
Sebagai penutup kajian, beliau mengingatkan seluruh jamaah bahwa perjuangan menegakkan kebenaran agama akan selalu berhadapan dengan berbagai tantangan dan ujian hingga akhir zaman. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk tidak ragu dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat.
Reporter: Jasmine
Ustadz Yusuf Badri Ajak Jamaah Jaga Kemurnian Makna Ayat Al-Qur'an
Klik untuk membaca artikel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar
Posting Komentar