Khatib Jumat Masjid Al-Manshurin Ingatkan Jamaah Jaga Sholat 5 Waktu

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung – Pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al-Manshurin, Jl. Sindangsari, Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614, pada 18 September 2026, diisi dengan khutbah oleh H. Agus Yahya yang membahas pentingnya menjaga salat lima waktu. Dalam khutbahnya, H. Agus Yahya mengingatkan jamaah untuk senantiasa menjaga salat sebagai salah satu kewajiban utama umat Islam serta menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam khutbah Jumat, khatib menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai salah satu kewajiban utama bagi umat Islam. Salat menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim karena merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat.

“Salat adalah rukun Islam yang kedua. Karena itu, sebagai seorang Muslim kita harus senantiasa menjaga dan melaksanakan salat lima waktu,” ujar khatib dalam khutbahnya.

Khatib menjelaskan bahwa menjaga salat tidak hanya berarti melaksanakannya, tetapi juga memperhatikan waktu dan ketepatan dalam menunaikannya. Setiap Muslim dianjurkan untuk membiasakan diri melaksanakan salat secara terus-menerus dan tidak meninggalkannya dalam keadaan apa pun.

“Jangan sampai kita meremehkan salat atau meninggalkannya. Salat harus kita jaga dan kita laksanakan secara terus-menerus karena salat merupakan kewajiban yang telah diperintahkan oleh Allah,” jelasnya.

Selain sebagai kewajiban, salat juga memiliki pengaruh terhadap perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Khatib menyampaikan bahwa orang yang menjaga salat hendaknya mampu menjadikan ibadah tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.

“Allah telah menjelaskan bahwa sesungguhnya salat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Maka, jangan hanya salat secara lahiriah, tetapi hendaknya salat juga memberikan pengaruh kepada perilaku kita,” tuturnya. 

Menurut khatib, pelaksanaan salat yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi salah satu bentuk penjagaan diri dari perbuatan buruk. Oleh karena itu, umat Islam tidak seharusnya memandang salat hanya sebagai rutinitas harian, melainkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt yang memiliki dampak terhadap kehidupan.

“Kalau kita benar-benar menjaga salat, insyaallah salat itu akan menjadi penjaga bagi diri kita dari berbagai perbuatan yang tidak baik,” katanya.

Khatib kemudian mengingatkan jamaah agar senantiasa memperhatikan pelaksanaan salat lima waktu di tengah kesibukan sehari-hari. Kesibukan dalam bekerja, belajar, maupun menjalankan aktivitas lainnya tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban tersebut.

“Apa pun kesibukan kita, jangan sampai membuat kita lalai terhadap salat. Ketika waktunya tiba, hendaknya kita segera menunaikan kewajiban kepada Allah,” pesan khatib kepada jamaah.

Pada akhir penyampaian materi, khatib mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dengan menjaga salat lima waktu dan membiasakan diri melaksanakannya secara istiqamah. Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi jamaah agar lebih memperhatikan kualitas dan keberlangsungan ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita sama-sama menjaga salat lima waktu, melaksanakannya dengan baik dan istiqamah. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk senantiasa taat kepada-Nya,” pungkasnya.

Reporter: Nazwa Salsabila

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos