Tampilkan postingan dengan label Masjid Riyaddussolihin Cipadung Kidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Riyaddussolihin Cipadung Kidul. Tampilkan semua postingan

Khatib Masjid Riyadhus Sholihin Cipadung Kidul Serukan Jamaah Siapkan Bekal Takwa dan Luruskan Niat


Dakwahpos.com, Bandung- Pembahasan mengenai esensi bekal takwa dan penataan niat dalam menghadapi alam barzakh menjadi fokus utama khutbah Shalat Jumat yang disampaikan oleh Ust. Yudi Ahmad di hadapan jamaah Masjid Riyaddussolihin Cipadung Kidul, Bandung, pada Jumat (11/09/2026). Khutbah ini digelar sebagai pengingat pentingnya kesiapan spiritual sebelum ajal menjemput.

Di tengah padatnya aktivitas duniawi, ruang utama masjid dipenuhi oleh jamaah yang bersiap menunaikan ibadah sholat Jum’at secara khidmat. Ust. Yudi Ahmad mengawali khutbahnya dengan mukadimah yang menyentuh hati. Ia menyampaikan bahwa kehidupan manusia di dunia pada dasarnya merupakan proses persiapan untuk menghadapi perjalanan akhirat yang dimulai dari kematian.

Khotib menekankan keterbatasan umur manusia di dunia yang rata-rata hanya berkisar 60 tahun. "Coba kita bayangkan penantian para sahabat Nabi yang sudah berada di alam barzakh selama lebih dari 1.400 tahun, sebuah durasi yang sangat panjang sebelum sampainya Yaumul Qiyamah," tutur Ust. Yudi Ahmad di atas mimbar, Jumat (11/09/2026). 

Ust. Yudi Ahmad kemudian memaparkan dua kelompok manusia dalam merespons keterbatasan umur tersebut. Ia menjelaskan bahwa orang yang terjerat dalam maksiat akan mengalami penderitaan di akhirat, sedangkan orang yang mengisi hidupnya dengan amal saleh akan mendapatkan jaminan kenikmatan surga. Pembagian ini memperlihatkan bagaimana arah hidup seseorang akan menentukan nasib akhirnya.

Dalam menjelaskan bekal terbaik bagi setiap manusia, Ust. Yudi Ahmad merujuk pada firman Allah Swt. dalam Surat Al-Baqarah ayat 197. "Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa kepada Allah Swt. wahai orang-orang yang berakal," ujarnya saat khutbah berlangsung, Jumat (11/09/2026). Beliau menegaskan bahwa takwa berarti kesungguhan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Ilahi.

Mengenai konsep ibadah, Ust. Yudi Ahmad meluruskan pandangan yang sering membatasi makna ibadah sebatas ritual fisik di masjid. Ia menerangkan bahwa ulama membagi ibadah menjadi dua bentuk, yaitu ibadah mahdhah yang memiliki aturan syariat formal dan ibadah ghairu mahdhah yang mencakup dimensi sosial. Menurutnya, aksi sosial seperti sedekah dan kepedulian terhadap sesama juga bernilai ibadah yang sangat tinggi.

Penjelasan mengenai luasnya makna ibadah tersebut diperkuat dengan rujukan hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang pentingnya niat. "Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan Allah tidak menilai bentuk lahiriah pekerjaan melainkan kejujuran niat di dalam hati," ujar Ust. Yudi Ahmad mengutip pesan Rasulullah saw, Jumat (11/09/2026).

Melalui pesan ini, jamaah diingatkan agar tidak terjebak pada formalitas semata.

Pesan khutbah ini disampaikan melalui pendekatan persuasif dan dalil-dalil kuat agar jamaah dapat mengevaluasi niat dalam setiap ikhtiar hidupnya. Ust. Yudi Ahmad menyoroti bahwa banyak amalan duniawi bernilai akhirat karena didasari niat yang benar, sedangkan amalan akhirat bisa berkurang nilainya akibat niat yang keliru. "Ayo kita persiapkan bekal kita dengan mengawali setiap langkah kehidupan semata-mata karena Allah Swt. agar seluruh ikhtiar kita dinilai baik di hadapan-Nya," ujar Ust. Yudi Ahmad mengakhiri khutbahnya, Jumat (11/09/2026).

Reporter: Abdul Rosyid, KPI/3C

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos