Dakwahpos.com - Bandung. Menyeimbangkan kesibukan korporasi, bisnis mandiri, dan pengabdian sosial berhasil dibuktikan oleh Bapak Dedi Sobari. Di tengah rutinitasnya yang padat, beliau tetap konsisten mengemban amanah sebagai pengurus DKM Masjid Al-Islam di bidang pendidikan dan pemberdayaan demi menggerakkan kemajuan umat.
Lahir dan besar di Bandung, rekam jejak pendidikannya tergolong cemerlang, mulai dari SMAN 4 Bandung hingga menyelesaikan D3 Telekomunikasi ITB. Hingga kini, beliau tetap melakoni mobilitas tinggi dengan bekerja setiap hari di bidang teknologi, koneksi, dan manajemen di PT Sharp Electronics Indonesia.
Komitmen sosialnya juga meluas ke ranah filantropi serta unit usaha kuliner (*franchise*) yang dikelolanya. Menariknya, bisnis F&B tersebut sengaja dihadirkan sebagai wadah pemberdayaan pemuda khususnya anak yatim dan dari keluarga broken home agar memiliki lapangan kerja serta ruang sosial yang sehat.
Di struktur DKM Masjid Al Islam, Bapak Dedi memegang tiga program utama: pembinaan Pemuda Masjid, TPQ Al Islam, dan Sanlat di Lamargas Residence Margaasih. Tujuannya jelas: mendidik anak-anak, menggerakkan pemuda dan ibu-ibu, serta menghidupkan masjid sebagai jantung peradaban.
Dalam praktiknya, beliau dikenal sangat sat-set dan sigap bergerak cepat, bahkan tak ragu turun tangan langsung untuk urusan operasional tanpa harus menunggu momentum seremonial. Dukungan akses sosial dan manajerial yang kuat membuat program-program masjid berjalan optimal.
Dalam berkarya, beliau memegang prinsip hidup: “Jangan merasa selesai saat berhasil, tetapi merasa berhasillah saat Anda selesai.” Kepada generasi muda, beliau berpesan agar tidak gengsian dan terhindar dari mental fatigue akibat ilusi informasi tanpa aksi nyata.
Reporter: Fadil Robbani | KPI 3B

