Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Pengurus Wilayah Al-Washliyah Jawa Barat Hadiri Sarasehan Bersama Dai dan Daiyah Digelar BNPT


Dakwahpos.com, Bandung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar sarasehan bersama dai dan Daiyah yang dihadiri ratusan orang di Hotel Pullman Jln. Diponegoro Kota Bandung.

Acara pada Rabu 24 Mei 2023 dihadiri pengurus MUI Jabar, MUI kabupaten dan kota, ormas-ormas Islam dan badan otonomnya maupun ikatan dai di Jawa Barat termasuk Pengurus Wilayah Al-Washliyah Jawa Barat.

Acara dihadiri staf khusus Menag Dr. H. Nur Zaman, Ketua Umum MUI Jabar Prof. Dr. H. Rachmat Sjafei, Kepala Kanwil Kemenag Jabar H. Ajam Mustajam, Wakapolda Jabar, dan Kepala BNPT Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si, dan bersama para deputi.

Dalam acara tersebut PW Al-Washliyah jawa Barat diwakili oleh H. Asep Komarudin (Sekretaris PW AW Jawa Barat), Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag. (Wakil Ketua PW AW Jawa Barat), Muchlis Sohari, M.Sos. (Wakil Bendahara PW AW Jawa Barat). Nia Kurniawati, S.S. (PW Muslimat PW AW Jawa Barat), dan Syahri Achyan Tanjung, M.Ag. (Ketua Majelis Pendidikan Al Washliyah Jawa Barat).

Sarasehan diawali dengan pembacaan ayat Al Quran oleh Qari internasional dari Jawa Barat dan doa oleh Ketua Komisi Dakwah MUI Jabar KH. Ramdhani Wahyu.

Menurut Kepala Kesbangpol Jabar, Iip Hidayat, untuk pencegahan aksi terorisme, maka Pemprov Jabar bertindakan aktif dengan membuat Peraturan daerah maupun peraturan gubernur.

"Hal ini menjadi inisiatif dan keinginan kuat dari Pemprov Jabar dalam melakukan pencegahan terorisme yang meresahkan masyarakat," katanya.

Sedangkan Nur Zaman menyatakan, Kemenag memiliki komitmen kuat untuk melakukan pencegahan terorisme karena Indonesia mendapatkan tantangan serius.

"Sebab muncul pelaksanaan agama yang ekstrem atau melebihi batas yang ditentukan oleh ajaran agama itu sendiri," katanya.

Selain itu, munculnya kelompok eksklusif yang merasa paling benar sendiri, sedangkan kelompok lainnya adalah tidak benar.

Fakta lainnya adalah muncul organisasi tertentu yang memiliki pandangan yang tidak sesuai dengan Islam yang pertengahan atau moderat.

"Kemenag sudah membuat aplikasi ustaz kita untuk gerakan pencegahan aksi terorisme apalagi sebagian besar masyarakat Indonesia percaya dengan tokoh agama," katanya.



MUI Ingatkan Dai Daiyah Tetap Netral

Menghadapi tahun politik, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan para dai dan daiyah agar berhati-hati saat berceramah. Para dai dan daiyah diharapkan tetap netral dan menjaga ceramah agar tidak memecah belah umat.

“Pada tahun politik, para dai ditantang untuk netral, tak kanan dan kiri. Tapi, kalaupun dai jadi jurkam, bisa menyampaikan dengan cara yang baik, tak pecah belah umat,” ujar Ketua Komisi Dakwah MUI KH Ahmad Zubaidi.

Hal itu disampaikan KH Ahmad Zubaidi saat acara “Sarasehan Bersama Dai dan Daiyah Jawa Barat dalam rangka Pencegahan Radikal Terorisme di Indonesia” yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Pullman Hotels and Resorts Kota Bandung, Rabu (24/5/2023).

Menurut Kiai Ahmad, para dai dan daiyah sebaiknya bisa netral serta menjadi penengah ketika ada konflik. Bukan hanya untuk para dai dan daiyah, pesan yang disampaikan juga untuk para pengurus masjid. “Jadi, masjid harus jadi rumah bersama, tak jadi arena politik praktis,” kata dia.

Kiai Ahmad mengatakan, peran dai dan daiyah sangat penting sebagai juru bicara umat. Oleh karena itu, kata dia, MUI sejak 2015 berfokus mengarahkan dai dan daiyah terkait konsep berdakwah.

“MUI sudah membaca ada fenomena masyarakat ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Dua hal ini membahayakan, apalagi kalau dibumbui dakwah-dakwah,” kata Kiai Ahmad.

Menurut Kiai Ahmad, ekstrem kanan menafsirkan teks Alquran secara kontekstual. Memiliki semangat keagamaan, kata dia, tapi salah pemahaman, sehingga menjadi ekstremisme radikal.

“Niat baik, tapi dapat pemahaman yang salah. Niatnya syahid, jadi sangit. Peran dai sangat penting agar orang-orang yang mencari jalan kebenaran bisa benar-benar mendapat jalan yang benar,” ujarnya.

Kiai Ahmad mengatakan, saat ini pun paham liberalisme berkembang. Karena itu, menurut dia, MUI fokus memberikan pembinaan dan pembimbingan kepada para dai dan daiyah.

“Kami buat standardisasi dai MUI, sebagai komplementer, agar dai MUI punya standar pengetahuan agama, pemahaman ilmu keislaman, dan memiliki wawasan kebangsaan. NKRI, Pancasila, final,” kata Kiai Ahmad.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iip Hidajat menyampaikan upaya pemprov untuk mencegah terorisme.

Salah satunya, kata dia, dengan dibuatnya Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 40 Tahun 2022 tentang Rencana Aksi Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. “Pergub ini bentuk komitmen Jabar untuk mencegah terorisme,” ujar Iip.



Kemenag dan MUI kirim Dai Cegah Paham Radikal

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menyatakan Kementerian Agama hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menugaskan total lebih dari 50 ribu dai--daiyah di seluruh Indonesia untuk mencegah paham radikal.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) tidak henti-hentinya menghimpun seluruh komponen bangsa termasuk di dalamnya para Dai dan Daiyah Jawa Barat untuk bekerjasama menguatkan kesiapsiagaan dan ketahanan nasional dari ancaman ideologi kekerasan.

Menurut Kepala BNPT RI, Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., peran Dai dan Daiyah tidak dapat disepelekan dalam menguatkan kesiapsiagaan dan ketahanan nasional dari ancaman ideologi kekerasan. Mereka justru punya peranan sangat penting dalam pencegahan ideologi kekerasan. 




"Peran Dai sangat sentral, penting dan menjadi kunci dalam program kontra radikalisme dan deradikalisasi dalam upaya pencegahan ideologi kekerasan radikalisme terorisme," katanya.

Rycko menjelaskan para Dai dan Daiyah dapat berperan langsung untuk merubah pemahaman dan mindset masyarakat yang telah terpapar radikalisme termasuk kepada mantan napiter dengan cara memberikan tausyiah sesuai dengan ajaran agama yang damai jauh dari ajaran kebencian.

"Dai dan Daiyah dapat merubah paham budaya kekerasan, meluruskan pemahaman dengan tausyiah kepada masyarakat," ujarnya.

Pentingnya peran Dai dan Daiyah juga terletak pada posisi mereka pada tatanan masyarakat yang lebih dipercaya dan dianggap orang suci dalam mengajarkan kebenaran agama.

"Dai dan Daiyah termasuk para orangtua, kyai, ajengan, ustaz, ustazah mereka dipercaya dan dianggap orang suci. Untuk itu ketika Dai dan Daiyah banyak yang terlibat dalam memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat, masyarakat yang terpapar ini bisa yakin dan mau merubah pemikiran dan sikap mereka," ungkapnya.

Senada dengan Kepala BNPT RI, Staf Khusus Menteri Agama Dr. H. M. Nuruzzaman, S.Ag., mengatakan Kemenag telah banyak melatih Dai dan Daiyah di seluruh Indonesia untuk lebih aktif dalam memberikan pencerahan agama yang menekankan semangat toleransi, menghargai perbedaan dan komitmen kebangsaan dalam rangka melawan ideologi kekerasan yang merongrong kedaulatan bangsa.

"Tantangan cukup serius yang dialami bangsa Indonesia yaitu berkembangnya ajaran agama yang berlebihan bahkan ekstrim dan bertolak belakang dengan esensi agama. Kemudian ada juga klaim kebenaran dengan tafsir agama, dia benar orang lain salah dan juga ada yang merongrong konsesus kebangsaan atas nama agama. Disini peran Dai dan Daiyah untuk aktif memberikan ajaran moderasi beragama dan komitmen kebangsaan," jelasnya.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepala Badan Kesbangpol Jawa Barat, Dr. H. R. Iip Hidajat, M.Pd., menjelaskan Provinsi Jawa Barat telah secara nyata mendukung upaya pencegahan terorisme dalam rangka membangun kesiapsiagaan dan ketahanan nasional dari gempuran ideologi transnasional berbasis kekerasan.

"Dengan Perpres Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorism (RAN PE) No 7 Tahun 2021, Permendagri No 33 Tahun 2017 dan didukung Pergub Jabar No 4 Tahun 2022 kami di Jawa Barat telah berkomitmen mencegah terorisme," jelasnya.

Pihaknya pun mendukung keterlibatan Dai dan Daiyah Se-Jawa Barat untuk aktif dalam pencegahan paham radikalisme terorisme. Menutup kegiatan ini, Ratusan Dai dan Daiyah di Jawa Barat melakukan Ikrar Kebangsaan untuk terus menyebarkan dakwah Islam dengan semangat moderasi beragama serta menjaga perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala BNPT Komjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan puluhan ribu orang dai-daiyah itu bertugas menyebarkan pesan perdamaian di tengah perbedaan serta untuk mencegah kemunculan radikalisme dan terorisme di masyarakat.

"Kementerian Agama sudah menugaskan 50 ribu dai dan daiyah di seluruh Indonesia, sementara dari MUI ada 1.300 (dai-daiyah) yang terstandarisasi menyebarkan ini. Dan mereka khusus menyebarkan, memberikan pemahaman, memberikan penjelasan, mengoreksi permasalahan yang berkaitan dengan radikalisme," kata Rycko usai membuka acara Sarasehan Bersama Dai dan Daiyah Jawa Barat dalam Rangka Pencegahan Radikal Terorisme di Indonesia di Kota Bandung, Rabu (24/5) seperti dikutip dari Antara.

Dia mengatakan BNPT juga mendukung Program Dai Kebangsaan yang digagas Kementerian Agama dan unsur terkait lainnya dengan memberikan beberapa konten materi penangkal radikalisme dan intoleransi.

"Kami ingin memberikan pemahaman dan menyatukan tekad dan luruskan niat serta kita berikrar agar negeri ini tetap aman dan damai. Memperkuat keberagaman dan menatap ke depan semakin aman sejahtera," kata Rycko.

Tren peningkatan intoleransi pelajar di Bandung


Pada kesempatan itu, jenderal bintang tiga itu menyatakan ada tren peningkatan intoleransi di kalangan pelajar SMK di Kota Bandung. Dia mengatakan penelitian untuk mengkaji lebih dalam akan fenomena tersebut saat ini sedang dilakukan BNPT.

Meskipun demikian, Rycko menjelaskan peningkatan penyebaran paham intoleransi di Kota Bandung belum mengarah pada ekstrem. Artinya, kata dia, masih bisa dilakukan pencegahan sejak dini.

"Dan hasil penelitian terhadap anak SMK Kota Bandung menjadi lokus penelitian yang sudah mulai terjadi ada peningkatan tentang intoleran yang pasif, meskipun belum ke arah sana tapi sudah ada," ujar eks Kabaintelkam Polri itu.

Akibat potensi risiko tersebut, Rycko menegaskan BNPT akan terjun langsung dan melakukan pencegahan sejak dini melalui lingkungan pendidikan sehingga para pelajar bisa tetap terjaga pemahaman toleransinya.

"Tentunya hal ini menjadi cambuk dan peringatan untuk kami semua untuk semakin gencar di sekolah SD, SMP dan SMA hingga universitas jangan sampai mereka kena tipu di manipulasi," kata dia.

Rycko melanjutkan, "Bilang belajar agama ternyata belajar kekerasan untuk tujuan politik kekuasaan mau bentuk negara, bentuk ini, bentuk itu lah, jangan sampai mereka di pecah."

Menurut Rycko, Jawa Barat merupakan wilayah dengan penduduk Muslim terbanyak di Indonesia, termasuk generasi mudanya juga terbanyak.

Oleh karena itu, tegasnya, BNPT akan terus melakukan pengawasan dan pencegahan agar anak muda tidak terpapar paham intoleransi.

"Untuk generasi muda Muslim saat ini yang menjadi target jangan sampai dimanipulasi, dibohongin, dikibulin oleh pihak tertentu dengan menggunakan simbol-simbol agama," kata Rycko.


PW Al Washliyah Dukung Pencegahan Radikalisme


Sebagai salah satu Ormas Islam pendukung kemerdekaan Indonesia Al Washliyah sangat mendukung perdamaian dan pencegahan radikalisme. Hal ini disampaikan oleh Dr. Uwes Fatoni, M.Ag, Wakil Ketua PW Al Washliyah Jawa Barat saat acara Sarasehan Da'i dan Daiyah Jawa Barat. Menurutnya Pencegahan radikalisme merupakan tugas bersama agar tercipta kerukunan dan perdamaian di Indonesia khususnya Jawa Barat.



"Al-Washliyah telah berdiri sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Tentu Al-Washliyah berharap suasana damai menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehiduap berbangsa dan bernegara. Pemahaman radikal dan intoleran harus dicegah sejak dini. PW Al-Washliyah melalui berbagai lembaga pendidikannya di Jawa Barat turut mempromosikan suasana damai ini, Kita tidak memberi ruang untuk tumbuh kembang pemahaman radikal," ungkapnya.

Uwes berharap melalui kegiatan sarasehan dai dan daiyah di Jawa Barat ini tercipta kesepahaman antar semua komponen bangsa khususnya para tokoh di Organisasi Islam untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan perdamaian dan mencegah radikalisme dan terorisme.


Aniaya Orang Tak Dikenal Driver Ojek Online Hilang Nyawa

 

Bandung, Duta Priangan – Telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia disekitar kawasan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada hari Minggu, (12/12/2021) pukul 03.03 WIB tepatnya di Teras Toko PAV Pizza Jl. A.H. Nasution Rt. 02 Rw. 10 Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Peristiwa tersebut berawal dari Han Erwin Sumarlan korban penganiayaan yang sedang dalam posisi bekerja sebagai driver ojek online dan korban mangkal di depan toko PAV Pizza. Pada saat itu ada orang tidak dikenal menyerang serta menganiaya korban hingga tewas.

Jasad korban ditemukan oleh seorang Linmas Rt. 03 Rw. 01 Kelurahan Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung yang sedang bertugas untuk berjaga di daerah setempat, Linmas tersebut lantas melaporkan hal yang dia lihat ke Polsek Panyileukan. Setelah jasad korban diamankan Polsek Panyileukan untuk dibawa ke RS. Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk dilakukan Visum et repertum.

Sementara itu, motif penganiayaan belum diketahui sebab pelaku penganiaayaan belum ditemukan dan menjadi buronan. Polsek Panyileukan mengimabau kepada warga agar tetap berhati-hati karena tindak kriminal terjadi dimana-mana, baik saat sadar maupun saat lengah.

Kabar ini menyebar luas ke kalangan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung utnuk waspada. "Kita harus lebih waspada karena situasi di daerah Cipadung yang notabenenya dekat dengan kampus sedang tidak kondusif situasinya, tetap berhati hati dan jaga diri baik-baik". Ujar Muhammad Ahyani selaku Ketua Umum Dewan Mahasiwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengenai tanggapannya terhadap kabar pembunuhan tersebut.

Dengan demikian, adanya peristiwa tersebut diharapkan kepada seluruh masyarakat di Kota Bandung khususnya sekitar Cibiru harus lebih waspada dan berhati-hati dengan segala situasi dan kondisi yang ada, jangan sampai kita menjadi korban tindak kriminal. Bagi masyarakat jika tidak ada kepentingan yang mendesak usahakan jangan keluar pada malam hari atau dini hari, bagi masyarakat yang mempunyai kepentingan yang mendesak sebaiknya lebih berhati-hati dan jangan keluar sendiri.

Reporter:

Bandung, Indi Augi Naufal

Mahasiswa Univesitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam

.


Desa Cijayana Bangun Kolam Renang di Kawasan Pantai Cibuhung Selatan Garut

Dakwahpos.com, Garut – Sebagai pemerintah desa sudah seharusnya dan menjadi kewajiban untuk memberikan pelayanan yang baik rterhadap masyarakatnya, baik dalam sarana prasarana pembangunan, maupun dalam hal kebutuhan lainnya, untuk kemajuan danrrara kesejahteraan masyarakatnya yang ada didesa tersebut.

Hal inilah yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, ditangan Kepala Desa Pak Diat dan Sekretaris Desa Pak Tono Saptoninggar. Agar saslah satu tujuannya bisa mensejahterakan masyarakat didalamnya.
Pembangunan-pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa Cijayana ini salah satunya adalah membangun kolam renang yang terletak dikawasan pantai Cibuhung, Kampung Solokan. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk membangun pembangunan-pembangunan saja tapi membangun pertumbuhan ekonomi masyarakatnya juga. Karena dengan adanya kolam renang dipastikan masyarakat atau wisatawan akan bisa berkunjung dan masyarakat setempat yang ada didesa Cijayana bisa berjualan/berdagang di lokasi wisata tersebut.
Hal tersebut diungkapkan sekertaris Desa Cijayana, Bapak Tono Saptoninggar saat wawancara di kantor Desa setempat, Selasa, 12 Oktober 2021. Dia mengaku pihak pemerintah Desa Cijayana sedang berusaha membangun pembangunan-pembangunan yang bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi. "Jadi pada intinya, program pembangunan-pembangunan tersebut harus bisa dirasakan manfaatnya baik oleh masyakarat Cijayana, maupun masyarakat lainnya" tutur sekertaris Desa Cijayana, Tono Saptoninggar.
Pemerintah Desa Cijayana mengakui bahwa pada tahun 2021 pemerintahannya hanya membangun kolam berenang saja, yang berada di pantai Cibuhung, Kampung Solokan RT/RW 02/01 yang dimulai pada tanggal 9 Oktober sampai sekarang (sedang berlangsung sekarang). Dalam melaksanakan program pembangunan tersebut yang bertanggung jawab adalah Kepala Desa, dan yang bertanggung jawab dilapangan yaitu tim pelaksana.
Pemerintah Desa Cijayana berjanji akan melaksanakan pembangunan-pembangunan yang bisa dirasakan masyakarat manfaatnya. Pada tahun 2022 juga merencanakan akan melaksanakan pembangunan jalan di kampung Cisawer. "Dalam poin 8, saya sebagai pengurus kepala desa dalam melaksanakan pembangunan kedepan yang sudah tercapai atau belum pemerintah Desa akan dimaksimalkan semaksimal mungkin baik dari bantuan APBD atau APBN pemerintah desa akan melaksanakannya berdasarkan aturan pemerintah tersebut"tutur sekertaris Desa Cijaya, Tono Saptoninggar.
Program pembangunan-pembangunan di Desa Cijayana, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, dan disepakati dengan metode partisipasi masyakarat setempat dengan mewujudkan pembangunan yang transpara dan terbuka.
Reporter : Fahminah, Mahasiswi KPI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Kecamatan Jatisampurna Gelar Vaksinisasi Masal

Dakwahpos.com, Bekasi – Kecamatan Jatisampurna,  Gelar Vaksinisasi dalam rangka untuk memutus mata rantai Covid-19 setiap hari senin - sabtu (02/10/2021).
 
Kecamatan Jatisampurna bekerjasama dengan Puskesmas Jatisampurna yang bertempatan di halaman depan Gedung Kelurahan Jatisampurna, Masyarakat sangat antusias dalam penyelenggaraan vaksinisasi ini. Pelaksanaan Vaksinisasi dipantau sedemikian rupa sesuai Protokol Kesehatan Covid-19. Terbukti dengan masyarakat yang berbondong-bondong mendatangi lokasi Vaksin. Proses Vaksinisasi ini berjalan dengan tertib.

Lilis, Selaku panitia Vaksin Mengatakan " Ada tiga jenis Vaksin tersedia untuk kegiatan vaksin kali ini, bukan hanya untuk warga Kecamatan Jatisampurna saja. Akan tetapi kita melayani masyakat di luar daerah Jatisampurna".
Selama vaksinasi berlangsung ada berbagai macam dosis vaksin yang disiapkan oleh pihak Puskesmas Jatisampurna diantaranya Sinovac, Astrazeneca, dan Pflitzer. Peserta hanya perlu membawa KTP saja sebagai syarat utamanya. Berikut Lokasi Vaksinisasi berlangsung :
-Halaman Kel. Jatisampurna, Kec Jatisampurna Kota Bekasi.
-SMA N 7 Jatisampurna, Jl. Kel. Jatisampurna, Kec Jatisampurna Kota Bekasi.
-SMP 5 Jl. Wijayakusuma Rt 4 Rw 1 Perum Kranggan Permai Kel. Jatisampurna.
-Kampus Undira Jl Rawa Dolar 65 Rt 3 Rw 7 Kel Jatiraden, Kec Jatisampurna, Kota Bekasi.
-Family Park Citrangran Kel Jatikarya Kec, Jatisampurna, Kota Bekasi.
Safrudin  selaku staf pemerintah daerah Kecamatan Jatisampurna mengatakan Segera daftarkan diri bagi yang belum melaksanakan vaksinasi dengan cara datang langsung ke lokasi yang sudah disebutkan. Datang sesuai info lokasi vaksin Bekasi di wilayah Kecamatan Jatisampurna dengan membawa persyaratan yang ada. Bagi yang belum memiliki KTP bisa menggunakan KK dengan batas usia minimal 12 tahun. Pungkasnya.

Reporter : Achmad Rizky Salman, KPI/5A

Karang Taruna Kelurahan Melong Ikuti HUT Karang Taruna ke-61

Dakwahpos.com, Cimahi, – Karang Taruna Kelurahan Melong mengikuti acara Kecamatan Cimahi Selatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 di kawasan wisata Cimahi Indah Camp (CIC), Parongpong, kabupaten Bandung Barat, Minggi (19/9/2021). Kegiatan berjalan dengan lancer dan sukses.

Ketua Karang Taruna Melong Agus Herdiana mengatakan, perayaan HUT ke-61 Karang taruna menjadi momentum untuk meningkatkan jiwa sosial di masyarakat. "Kami sangat senang karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Karena acara ini tidak semata mata hanya peryaan tapi menjadi momentum bagi seluruh anggota karang taruna untuk tetap bersinergi meningkatkan jiwa sosial di kalangan masyarkat" ujar Agus Herdiana saat dimintai keterangan melalui wawancara, Jumat (4/10/2021).

"Kegitan bulan bakti karang taruna tahun ini dilaksanakan bersama seluruh karang taruna berjumlah 40 orang dari seluruh karang taruna kelurahan di kecamatan cimahi selatan dan diikuti hanya oleh perwakilannya saja. Ttentu hal itu karena saat itu agar tidak menimbulkan kegiatan yang terlalu ramai jika dilaksanakan kepada masyarakat dikala pandemi covid-19. Acara dimulai pada pukul 07.00 - pukul 16.00 WIB" kata Ketua Karang Taruna Kelurahan Melong itu.

Dia mengatakan, acara HUT Karang Taruna Ke-61 yang diselenggarakan oleh Kecamatan Cimahi Selatan ini dihadiri langsung oleh camat Kecamatan Cimahi selatan Drs. Dani Bastiani dan Ketua Karang Taruna Kota Cimahi Kang Bilal. "Acara ini sangat menarik karena selain dengan kemasan acara yang menarik seperti sharing session, games, dan foto bersama. Kegiatan ini pun langsung dihadiri oleh bapak camat Drs. Dani bastiani dan Kang Bilal selaku ketua Karang Taruna Kota Cimahi. Dan mereka pun sempat memberikan sambutannya didepan peserta kala itu" katanya.

Menurutnya sambutan yang diberikan oleh Camat kecamatan Cimahi Selatan Drs. Agus Bastiana menekankan potensi yang karang taruna harus terus berkembang dan menjadi penghubung komunikasi pemerintah bagi masyarakat. "Di Indonesia khususnya Kecamatan Cimahi selatan yang tediri dari 5 Kelurahan tentu memiliki potensi generasi milenial yang berkualitas, oleh karena itu jadikan perayaan ini menjadi pengembangan bagi karang taruna Kecamatan Cimahi selatan untuk bersama pemerintah menjadi penghubung komunikasi program pemerintan  dan penyalur aspirasi masyarakat" kata Agus Herdiana ketika ditanya mengenai isi sambutan yang diberikan oleh Camat Kecamatan Cimahi selatan dalm acara tersebut.

Salah seorang anggota Karang Taruna Kelurahan Melong , Sabila mengungkapkan bahwa suatu pengalaman yang berharga dapat berkumpul dan bersilaturahmi bersama seluruh anggota Karang Taruna se-Kecamatan Cimahi Selatan untuk menyemarakan bulan bakti karang taruna di tengah pandemi.

"Senang rasanya bisa dapat mengikuti kegiatan ini, ditambah dengan terlibatnya seluruh Karang Taruna se-Kecamatan Cimahi Selatan menambah suasana menjadi lebih seru dan bermakna. Meskpun tahun ini kegiatan hanya dapat dilaksanakan bersama karena pandemi dan tidak melibatkan masyarakat umum tapi tidak menyurutkan semangat untuk tetap bersinergi bersama karang taruna kelurahan melong" katanya saat diminta keterangan melalui media whatssapp, Senin (5/10/2021).

Salsabila pun berharap di tahun yang akan datang setiap kelurahan dapat melaksanakan kegiatan perayaan HUT Karang Taruna di lingkungan nya bersama masyarakat seperti tahun tahun sebelumnya. "Tetapi harapan nya semoga ditahun yang akan datang masyarakat sekitar kelurahan melong pun bisa ikut bersama merayakan kegiatan seperti ini. Karena selain untuk mengajak masyrakat berpartisipasi tetapi juga menjadi daya tarik agar para pemuda dan generasi milenial ikut aktif dalam karang taruna RW maupun skala Kelurahan"ujarnya.

Agus Herdiana selaku ketua Karang Taruna Kelurahan  Melong mengungkapkan kegiatan ini menjadi ajang untuk kembali mengajak anggotanya dan para pemuda di Kelurahan Melong memiliki minat dan integritas tinggi dalam menjalani program sosial yang dibuat oleh Kelurahan Melong demi kepentingan bersama.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemuda di Kelurahan Melong untuk gotong royong merealisasikan program sosial masyarakat dengan menyalurkan program program yang positif dalam berbagai bidang baik itu program sosial, penyaluran bantuan, penanganan bencana dini, kegiatan Kesehatan jasmani dan rohani demi kepentingan bersama" kata Agus Herdiana ketika wawancara di kantor Kelurahan melong, Jumat (4/10/2021).

Reporter : M Fikri Saffanuramadhani (KPI/5B)

Desa Sutawangi Gelar Vaksinasi bagi Masyarakat Umum

Dakwahpos.com, Majalengka – Pemerintahan daerah Desa Sutawangi mengadakan kegiatan vaksinasi bagi masyarakat umum daerah, Senin (04/10/2021). Bekerja sama dengan UPTD PUSKESMAS (Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat)  Jatiwangi. Kegiatan vaksinasi pertama kalinya yang diadakan di Desa Sutawangi.

"Vaksinasi Covid-19 di kantor Desa Sutawangi, dilaksanakan oleh tim PUSKESMAS Jatiwangi," ujar Didi Supriyadi, penanggung jawab kegiatan vaksinasi.

Vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua dapat diikuti oleh masyarakat yang telah mendaftar sebelumnya. Menurut Didi Supriyadi, syarat melakukan pendaftaran vaksinasi adalah membawa fotokopi KTP dan KK. KTP bagi yang sudah mempunyai serta KK bagi yang remaja.    

Karena kuota yang disediakan terbatas, tidak semua masyarakat kebagian vaksisasi tersebut. Didi Priyadi menuturkan terdapat 260 kuota vaksinasi. Adapun masyarakat luar Desa bisa mengikuti vaksinasi secara terbatas.  

"Kegiatan vaksinasi kurang menyeluruh, soalnya di daerah Ciborelang sulit. Kuota terbatas,  banyak yang tidak kebagian. Sedangakan banyak mahasiswa yang pastinya harus divaksinasi untuk syarat ke kampus. Terbatasnya kuota mengharuskan nyari kemana-mana," kata Vina Muliadiyanti, salah seorang warga Desa Sutawangi.    

Masyarakat yang mendaftar boleh dari sekitar Desa Sutawangi, namun umumnya masyarakat yang berasal dari Desa Sutawangi. "Untuk masyarakat umum. Campur, ada lansia, remaja. Rata-rata masyarakat Sutawangi," kata Didi Priyadi, Senin (04/10/21).

Bagi yang telah melakukan vaksinasi dosis pertama di tempat yang berbeda, dapat melakukan vaksinasi dosis kedua di kantor Desa Sutawangi.    

Didi priyadi mengungkapkan, dosis pertama dan kedua dilaksanakan ditempat yang sama. Dosis kedua akan dilaksanakan pada tanggal 02 November 2021.

Pelaksanaan vaksinasi menurut  Herawati Puspitasari, salah seorang warga, harusnya terus dilakukan secara rutin, serta memperbanyak kuota vaksin. Menurutnya Salah satu syarat berpergian, kegiatan belanja, kegiatan belajar, dan lain halnya bisa mempercepat jumlah masyarakat yang divaksin.


"Membantu sekali, apalagi sekarang jarang yang mengadakan vaksin. Vaksin menjadi syarat wajib bagi mahasiswa untuk ke kampus untuk pelaksaan offline," pungkas Herawati Puspitasari.

Reporter : Alpia Nur Zakiyyah Atorid, Mahasiswa KPI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung     
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos