Tampilkan postingan dengan label Cikalama 2 Sumedang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cikalama 2 Sumedang. Tampilkan semua postingan

Ustaz Abdul Rosyad Sampaikan Makna Khutbah Hajah di Masjid Cikalama 2

z

Dakwahpos.com, Sumedang- Ustaz Abdul Rosyad mengajak jemaah memperkuat ketakwaan sekaligus berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah saat menyampaikan khutbah salat Jumat di Masjid Cikalama 2 Sumedang (25/09/2026). Melalui mimbar tersebut, ustaz Abdul Rosyad membawa kembali pesan berharga dari Khutbah Hajah yang dahulu sering disampaikan Rasulullah saw di berbagai momen penting.

Sejak awal khutbah, Ustaz Abdul Rosyad menekankan pentingnya berserah diri secara total kepada Allah Swt. Ia berpesan agar jamaah terus menjaga keimanan hingga akhir hayat.

“Hai sekalian orang-orang yang beriman, bertakwalah, hanya patuh dan tunduklah kepada satu-satunya pencipta segala sesuatunya yaitu Allah. Sebenar-benar patuh dan tunduk, dan jangan pernah kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan Islam,” ujar Ustaz Abdul Rosyad saat mengutip surah Ali ‘Imran ayat 102.

Setelah itu, ustaz Abdul Rosyad menerangkan bahwa takwa juga berwujud kepatuhan terhadap syariat halal-haram serta kepedulian terhadap sesama melalui tali silaturahmi. 

“Hai sekalian manusia, sekali lagi bertakwalah, hanya patuh dan tunduklah kepada Allah. Yang halal yang Ia halalkan, yang haram yang Ia haramkan, yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu yaitu Adam a.s. dan telah menciptakan dari jiwa yang satu istrinya Hawa dan telah banyak memberikan keturunan laki-laki juga perempuan dari keduanya. Sekali lagi bertakwalah kepada Allah dan jagalah hubungan silaturahim.Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian,” ujar Ustaz Abdul Rosyad merujuk surah An-Nisa ayat 1. 

Melengkapi pesan khutbahnya, Ustaz Abdul Rosyad mengimbau jamaah untuk selalu menjaga tutur kata yang benar. Menurutnya, ucapan yang jujur dan santun menjadi kunci perbaikan amal serta pengampunan dosa dari Allah Swt. Pengutipan surah Al-Ahzab ayat 70-71 ini sekaligus menjadi pijakan untuk menegaskan rujukan utama beragama.

“Dan sebaik-baik petunjuk selain Al-Qur’an adalah petunjuk baginda Nabi Besar Muhammad saw. dan seburuk-buruk perbuatan dalam ibadah ialah tidak punya rujukan dari keduanya,” tegas Ustaz Abdul Rosyad.

Ia menutup penjelasan dengan mengingatkan jamaah agar tidak menciptakan hal baru tanpa rujukan wahyu dalam beribadah, karena setiap penyimpangan akan menyesatkan umat.

Reporter: Nasywan Ainnur Rohimah, KPI/3C

Ustaz Rosyad Ajak Jemaah Masjid Cikalama 2 Sumedang Hidupkan Sunnah Rasul


Dakwahpos.com, Sumedang- Ustaz Abdul Rosyad menyampaikan khutbah dalam pelaksanaan salat Jumat di Masjid Cikalama 2 Sumedang (11/09/2026). Ia mengajak jemaah untuk tidak sekadar mengaku mencintai Allah Swt. dan Rasulullah saw., tetapi membuktikannya melalui amalan dan sunah Rasul.

Menurut Ustaz Abdul Rosyad, cinta kepada Rasulullah saw. Tidak cukup hanya ditunjukkan melalui peringatan Maulid setiap tahun. Cinta tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan dengan mengikuti sunah dan amalan yang dicontohkan Rasulullah saw. Ia menilai pengakuan cinta menjadi tidak berarti apabila amalan yang diajarkan Rasulullah justru ditinggalkan.

“Naon anu dipidamel ku Kanjeng Rasul kedah dituturkeun ku urang,” ujar Ustaz Abdul Rosyad. Ia mengajak jemaah untuk meneladani ibadah-ibadah yang dilakukan Rasulullah saw.

Ajakan tersebut kembali disampaikan  Ustaz Abdul Rosyad kepada jemaah. “Yuk buktoskeun kacintaan alurang ka Allah, kacintaan ka Kanjeng Rasul,” ujarnya.

Untuk membuktikan kecintaan tersebut, Ustaz Abdul Rosyad mengajak jemaah menjaga sejumlah amalan yang dicontohkan Rasulullah saw., seperti zikir, salat qabla dan ba’da, witir, dhuha, dan tahajud. Ia menggarisbawahi bahwa mengikuti amaliyah dan sunah Rasulullah saw. merupakan bentuk nyata kecintaan kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. 

Selain mengingatkan tentang amalan, Ustaz Abdul Rosyad juga menyampaikan bahwa rahmat dan magfirah Allah Swt. serta syafaat Rasulullah saw. menjadi harapan bagi umat Islam. Ia mengingatkan bahwa amal ibadah manusia memiliki keterbatasan, sehingga keselamatan tidak semata-mata bergantung pada amal yang dilakukan.

Menutup khutbahnya, Ustaz Abdul Rosyad berharap momentum Bulan Maulid dapat semakin menumbuhkan kecintaan jemaah kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. Ia juga mendoakan agar jemaah memperoleh rahmat dan magfirah dari Allah Swt. “Mudah-mudahan sing tambih cinta ka Gusti Allah, sing tambih-tambih kacintaan urang ka kanjeng rasul,” tuturnya.

Reporter: Nasywan Ainnur Rohimah, KPI/3C

 

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos