Tampilkan postingan dengan label Al-Mukhtar Jatihandap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Mukhtar Jatihandap. Tampilkan semua postingan

Ustaz Anwar Sanusi Ajak Jamaah Maknai Lebih Dalam Ibadah Kurban di Masjid Al-Mukhtar



 
Dakwahpos.com, Bandung - Jemaah padati Masjid Al-Mukhtar, Jatihandap, pada Sabtu, 23 November 2024. Mereka hadir untuk mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Anwar Sanusi, salah seorang pendakwah kondang tanah air. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Anwar mengangkat tema tentang ibadah kurban.

Ustadz Anwar mengajak seluruh jamaah untuk memahami lebih dalam makna dan hikmah di balik ibadah kurban. Beliau menjelaskan bahwa kurban bukan hanya sekedar menyembelih hewan, namun lebih dari itu, kurban adalah bentuk pengorbanan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Kurban mengajarkan kita tentang keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama," ujar Ustadz Anwar.

Lebih lanjut, Ustadz Anwar juga membahas tentang tata cara berkurban yang benar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Beliau menekankan pentingnya memilih hewan kurban yang sehat dan berkualitas, serta memastikan daging kurban didistribusikan kepada mereka yang berhak menerimanya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Anwar juga menyampaikan kisah-kisah inspiratif tentang para sahabat Nabi yang rela berkurban dengan harta yang sangat berharga. Kisah-kisah tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh jamaah untuk semakin semangat dalam berkurban.

Acara pengajian tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh hikmah. Para jamaah tampak antusias mendengarkan ceramah Ustadz Anwar. Di akhir acara, panitia pengajian mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam suksesnya acara tersebut.

Reporter: Lutfiah Nurrahma Faisal KPI 3B 

Tingkatkan Semangat dan Keimanan Jemaah, DKM Masjid Al-Mukhtar Jatihandap Gelar Program ODOJ




Dakwahpos.com, Bandung - Al-Quran merupakan pedoman utama dalam kehidupan manusia serta sumber utama hukum-hukum ajaran Islam. Umat Islam memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memuliakan al-Quran dengan cara mempelajari, membaca, meyakini dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung didalamnya serta mendakwahkannya. Maka sebagai umat islam sudah sepatutnya meletakkan dasar hukum sesuai Al-Quran pada urutan pertama dalam hidup.
ODOJ (One Day One Juz) adalah suatu program yang dibentuk untuk mewadahi dan menfasilitasi serta mempermudah umat islam agar dapat membiasakan diri membaca al-Quran satu juz perhari. Tujuan terbesar di bentuknya program ini adalah membudayakan tilawah dan kegiatan yang berhubungan dengan interaksi dengan al-Quran demi terciptanya masyarakat Qur'ani, meningkatkan kedekatan diri dengan al-Quran serta mendisiplinkan diri dalam membaca al-Quran. 
Kegiatan one day one juz kali ini dilaksanakan oleh jemaah Al-Mukhtar Jatihandap di Masjid Al-Mukhtar yang dilaksanakan setelah salat maghrib pada hari Senin tanggal 4 November 2024. Kegiatan membaca Al-Quran 1 juz dalam sehari ini dilaksanakan jemaah dengan khidmat. Kegiatan ini juga disambut baik dan hangat oleh jamaah serta para pengurus masjid.
Kegiatan membaca Al-Quran secara rutin dan terjadwal seperti dalam program One Day One Juz merupakan langkah yang sangat positif dalam meningkatkan kualitas spiritual umat Islam. Dengan membiasakan diri untuk membaca satu juz Al-Quran setiap harinya, umat Islam dapat memperkuat hubungan mereka dengan kitab suci tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu meningkatkan pemahaman terhadap ajaran-ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Quran.
Selain program ODOJ, umat Islam juga dapat memperluas kegiatan keagamaan mereka dengan mengikuti kajian-kajian Al-Quran, tadarusan, atau menghadiri ceramah agama. Hal-hal ini dapat memberikan wawasan lebih dalam terhadap ajaran Islam dan membantu dalam mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran. Dengan demikian, umat Islam dapat menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan penuh kesadaran akan ajaran agama yang mereka anut.
Dalam kesibukan dan dinamika kehidupan modern, penting bagi umat Islam untuk tetap menjaga hubungan mereka dengan Al-Quran. Program-program seperti One Day One Juz dapat menjadi pijakan awal untuk memperkuat koneksi spiritual dengan kitab suci tersebut. Semoga dengan adanya upaya-upaya seperti ini, umat Islam dapat semakin mendekatkan diri kepada ajaran-ajaran Islam yang mulia.
Reporter: Lutfiah Nurrahma Faisal KPI 3B 

Masyarakat Padati Masjid Al-Mukhtar Jatihandap untuk Salat Maghrib Berjamaah




Dakwahpos.com, Bandung - Puluhan jemaah dari berbagai kalangan memadati Masjid Al-Mukhtar Jatihandap untuk melaksanakan salat Maghrib secara berjamaah. Dari anak-anak hingga orang tua, semua tampak hadir memenuhi panggilan ibadah saat adzan berkumandang. Suasana khusyuk menyelimuti masjid ketika para jemaah bersama-sama menunaikan salat Maghrib pada Ahad (27/10/2024).

Dalam beberapa bulan terakhir, Masjid Al-Mukhtar Jatihandap menjadi semakin ramai, khususnya saat waktu sholat Maghrib. Pengurus masjid aktif melakukan berbagai kegiatan dakwah yang mengajak warga sekitar untuk menghidupkan suasana masjid dengan melaksanakan sholat berjamaah. Program-program ini turut didukung oleh masyarakat, terutama dengan adanya one day one juz yang diadakan setiap selesai salat Maghrib.

Salat Maghrib berjamaah juga menjadi kesempatan bagi jemaah untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi. Banyak keluarga yang datang bersama anak-anak mereka, berharap agar generasi muda semakin mencintai masjid dan terbiasa menunaikan salat secara berjamaah. Selain itu, suasana kebersamaan semakin terasa ketika para jemaah saling menyapa dan berbagi cerita setelah salat.

Para pengurus masjid pun berharap kegiatan salat Maghrib berjamaah ini dapat menjadi kebiasaan yang mengakar di masyarakat. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kehadiran di masjid juga diharapkan mempererat hubungan sosial antarwarga. Masjid menjadi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang bermanfaat.

Dengan semangat kebersamaan dan kekhusyukan, Masjid Al-Mukhtar Jatihandap terus berupaya menjadi tempat yang nyaman bagi warga sekitar. Salat berjamaah di masjid ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran umat dalam menjalankan ibadah bersama. Selain itu, menciptakan lingkungan yang saling mendukung dalam kebaikan. 

Reporter: Lutfiah Nurrahma Faisal 


Kajian pagi dan berbagi sarapan kepada jamaah di Masjid Al-Mukhtar Jatihandap


 
Dakwahpos.com, Bandung - Sebuah kajian keagamaan kembali digelar di Masjid Al-Mukhtar Jatihandap, Kota Bandung, pada Ahad pagi (22/09/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan yang ingin menambah ilmu agama sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan. Kajian ini rutin dilakukan setelah sholat subuh, dengan mendatangkan ustaz dan ulama ternama yang memberikan tausiyah seputar masalah kehidupan dan pandangan Islam terhadap berbagai isu kehidupan sosial yang sedang berkembang di masyarakat.

Tema kajian kali ini adalah "Berbuat baik kepada tetangga". KH. Nanang Maulana Isya, Lc, MA , yang menjadi pembicara utama, menyampaikan pentingnya menjaga keharmonisan sosial termasuk terhadap tetangga. Dalam ceramahnya, KH. Nanang Maulana Isya, Lc, MA mengigatkan jamaah untuk senantiasa memperkuat dan menjaga keharmonisan dengan tetangga. 

"Jika akan menunaikan zakat, sedekah, dan lain-lain dibagikannya kewarga sekitar terlebih dahulu, jangan jauh-jauh" ujar Pak KH. Nanang Maulana Isya, Lc, MA. Beliau juga memberikan beberapa contoh dalam berbuat baik kepada tetangga selain berbagi atau bersedekah, yakni tolong-menolong. Misalnya, saat ada musibah seperti kebakaran, sakit, atau bencana alam, tetangga adalah orang-orang terdekat yang bisa memberikan bantuan langsung. 

Selain mendapatkan pencerahan dari materi yang disampaikan, para jamaah juga aktif bertanya kepada ustaz dalam sesi tanya jawab. Berbagai masalah rumah tangga dan kehidupan sehari-hari menjadi topik yang banyak disoroti dalam sesi ini. Para Jamaah merasa sangat terbantu dengan penjelasan yang diberikan, terutama mengenai cara-cara Islami dalam menyelesaikan konflik rumah tangga dan menjaga keharmonisan keluarga. 

Kajian tersebut juga diisi dengan bacaan doa bersama yang dipimpin oleh Pak Kyai sebagai penutup. Acara berlangsung khidmat dan diakhiri dengan salat. Setelah acara selesai, beberapa panitia kajian membagikan sarapan berupa nasi uduk dan cemilan untuk jamaah. Dengan adanya kajian pagi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat meningkatkan kualitas ibadah dan mendapatkan wawasan lebih dalam tentang agama Islam.

Reporter : Lutfiah Nurrahma Faisal KPI 3B
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos