Dakwahpos.com,
Bandung — Umat Islam diingatkan untuk terus berusaha menjadi hamba terbaik di
sisi Allah Ta'ala dengan mengedepankan urusan akhirat di atas kepentingan
duniawi. Hal tersebut disampaikan oleh Gungun Syihabudin dalam sebuah kajian
keagamaan di masjid Al-Murabbi.Minggu (25/10/2026)
Dalam
kajiannya, beliau menegaskan pentingnya prinsip berlomba-lomba dalam ibadah
ritual tanpa harus saling mengalah. "Dalam urusan akhirat enggak boleh
mengalah. Ya, makanya ada kaidah Al-Isar fil ibadah maqlub," tegas Gungun
Syihabudin.
Al-Qur'an
secara jelas menggunakan istilah kompetisi untuk urusan akhirat, seperti
perintah sabiqu (berlomba-lomba) dalam Surah Al-Hadid ayat 21 dan wa sari'u
(bersegeralah) pada Surah Ali Imran ayat 133. Penerapan nyata dari prinsip ini
dapat dimulai dari hal sederhana, seperti bergegas mengisi saf shalat paling
depan hingga menyegerakan berwakaf.
Selain
keberanian beribadah, terdapat dua kriteria utama manusia terbaik yang patut
dikejar oleh setiap muslim:
Interaksi Intensif dengan Al-Qur'an: Orang yang telaten mempelajari dan
mengajarkan Al-Qur'an berada dalam jalur perniagaan yang tidak akan pernah rugi
(tijaratan lan tabur).
Menjaga Akhlak dalam Bermasyarakat: Akhlak lahir dari pemahaman agama yang
benar dan tercermin pada kepedulian sosial di kehidupan sehari-hari.
Gungun
Syihabudin juga menyoroti fenomena sosial di jalan raya sebagai contoh
penerapan akhlak di kehidupan nyata. Beliau menyinggung kebiasaan berkendara
masyarakat dengan menyampaikan, "Kenapa begitu sulit kita ngasih bantu
kepada orang lain. Begitu sulitnya kita memudahkan orang lain."
Segala
bentuk perhiasan dunia seperti harta dan keturunan hendaknya tidak membuat umat
Islam lalai, melainkan dimanfaatkan sepenuhnya sebagai sarana beribadah untuk
meraih ampunan dan ridha Allah Ta'ala.
Reporter:
M Hari Novandra, KPI 3/A
