Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz Khoeruddin Aly menyampaikan pentingnya sikap pertengahan dalam pengajian ibu-ibu di Masjid Nur Latifah, Cibaduyut, Bandung, Minggu (13/09/2026). Pengajian tersebut diikuti jamaah ibu-ibu dan menjadi sarana untuk menambah pemahaman keislaman serta mempererat silaturahmi. Dalam ceramahnya, Ustaz Khoeruddin Aly menjelaskan konsep Islam Wasathiyah yang mengajarkan umat Islam untuk mengambil jalan tengah dalam menghadapi berbagai persoalan. Sikap tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam persoalan pribadi, keluarga maupun ketika berhubungan dengan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa seseorang perlu menggunakan akal dan hati secara seimbang ketika menghadapi suatu persoalan. Menurutnya, dalam berdakwah seseorang tidak cukup hanya mengetahui benar dan salah, tetapi juga perlu mempertimbangkan keadaan serta cara menyampaikan pesan agar tidak menimbulkan persoalan baru. Ustaz Khoeruddin Aly kemudian memberikan contoh melalui kisah seorang Badui yang buang air kecil di dalam masjid pada masa Rasulullah SAW. Ketika para sahabat hendak memarahinya, Rasulullah SAW justru memilih memberikan pemahaman secara bijaksana.Kisah tersebut menunjukkan pentingnya mempertimbangkan keadaan seseorang ketika menyampaikan ajaran agama. Pesan tersebut ia tegaskan melalui sabda Nabi yang disampaikan dalam ceramah, “Sebaik- baik amal itu yang tengah-tengah. Agama Allah itu antara ghali dan qasi.” Pesan tersebut mengajarkan umat Islam untuk menghindari sikap berlebihan dan menjaga keseimbangan dalam menjalankan kehidupan beragama. Pengajian tersebut memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai pentingnya menerapkan sikap pertengahan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga, lingkungan masyarakat, serta dalam menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang bijaksana. Reporter : Farha Fiqriya Sidqy, KPI/3D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar
Posting Komentar