Dakwahpos.com, Bandung- Pengajian tentang pentingnya mempelajari sunnah Rasulullah saw. dilaksanakan di Masjid Al-Aziz, Soekarno-Hatta, pada Minggu pukul 09.00–12.00 WIB. Dalam kajian tersebut, Ustaz Abu Qotadah menjelaskan kedudukan sunnah sebagai pedoman kehidupan umat Islam serta pentingnya berpegang teguh pada ajaran Rasulullah saw.
Ustaz Abu Qotadah menyampaikan bahwa mempelajari sunnah merupakan jalan keselamatan dan kebahagiaan bagi seorang muslim. Sunnah tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari akidah, akhlak, siasah, hingga muamalah.
“Mempelajari sunnah itu merupakan jalan keselamatan, jalan kebahagiaan, dan menjadi sebab seseorang masuk ke dalam surga,” ungkapnya dalam kajian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pengutusan Rasulullah saw. merupakan nikmat besar dari Allah Swt. Rasulullah diutus untuk membacakan ayat-ayat Allah, menyucikan jiwa manusia dari syahwat dan syubhat, serta mengajarkan Al-Kitab dan hikmah. Oleh karena itu, mempelajari sunnah menjadi bagian penting dalam memahami ajaran Islam.
Lebih lanjut, Ustaz Abu Qotadah mengaitkan pentingnya mempelajari sunnah dengan kewajiban meneladani Rasulullah saw. sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 21. Menurutnya, meneladani Nabi tidak cukup hanya dengan mengaku mencintai beliau, tetapi juga harus disertai pemahaman terhadap tuntunan yang telah diajarkan.
“Bagaimana mungkin seseorang bisa meneladani Nabi, sedangkan sunnah Nabi sendiri tidak dipelajari?” jelasnya.
Dalam kajian tersebut, ia juga membahas hadis Irbad bin Sariyah yang berisi wasiat Rasulullah saw. agar umat Islam berpegang teguh pada sunnah beliau dan sunnah Khulafa Rasyidin. Perintah untuk menggenggam sunnah dengan kuat, sebagaimana diibaratkan menggigitnya dengan gigi geraham, menunjukkan pentingnya mempertahankan ajaran agama di tengah perselisihan dan berbagai fitnah.
“Rasulullah memerintahkan agar kita berpegang teguh pada sunnah beliau dan sunnah Khulafa Rasyidin yang mendapat petunjuk,” tuturnya.
Selain itu, Ustaz Abu Qotadah menjelaskan bahwa pengertian sunnah dapat berbeda sesuai dengan disiplin ilmu yang membahasnya. Dalam ilmu fikih, sunnah dipahami sebagai amalan yang dianjurkan dan tidak sampai pada derajat wajib. Sementara itu, menurut Ahlul Hadis, sunnah mencakup segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah saw. baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun sifat beliau.
Ia turut menyoroti kedudukan Ahlul Hadis yang berperan dalam menjaga kemurnian ajaran Islam melalui upaya mempelajari, meneliti, dan memelihara riwayat hadis. Menurutnya, umat Islam perlu memahami sumber ajaran agama dengan benar agar tidak keliru dalam mengikuti tuntunan Rasulullah saw.
Melalui pengajian tersebut, jamaah diajak untuk lebih mendalami sunnah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman terhadap Al-Qur’an dan sunnah diharapkan dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjalankan agama sekaligus meneladani Rasulullah saw. secara benar.
Reporter: Nauri Ramadhani Khoerunnisa KPI/3C

Tidak ada komentar
Posting Komentar