Dakwahpos.com, Bandung- Sejumlah warga sekitar yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu berkumpul dengan khidmat untuk melaksanakan kegiatan rutin yasinan pada Kamis malam (10/09/26) di Masjid At-Tarbiyatul Islamiyyah Cipadung. Suasana tentram nan khusyuk begitu terasa diantara para jemaah saat melantunkan Surah Yasin bersama-sama di dalam masjid.
Setelah kegiatan yasinan selesai, kegiatan pun dilanjutkan dengan penyampaian tausiah singkat oleh Ketua DKM, Prof. Dr. Abdul Syukur, M.A. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan sebuah hadis sebagai landasan bagi para jemaah.
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu berkata “Apa yang aku larang hendaklah kalian hindari dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya hancurnya orang-orang sebelum kalian adalah banyak pertanyaan mereka yang tidak berguna dan banyak pertentangan mereka terhadap para nabi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau pun kemudian menjelaskan makna hadis tersebut secara mendalam dengan memberikan penekanan pada pesan penting kepada jemaah.
“Oleh karena itu, pesan dari hadis ini adalah: laksanakan apa yang diperintahkan semampu kita, dan jika suatu hal tidak diwajibkan secara mutlak, janganlah memperumitnya dengan banyak bertanya yang justru bisa menjadi beban,” jelas Prof. Dr. Abdul Syukur.
Beliau juga mengingatkan agar jemaah senantiasa menghindari kebiasaan melanggar aturan agama hanya karena mengikuti tradisi atau adat istiadat yang keliru.
“Kita jangan sampai melanggar aturan agama hanya karena alasan adat atau tradisi yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat,” tegas Prof. Dr. Abdul Syukur sebagai penutup tausiah.
Reporter: Hadiyya Fatimah Zulkarnain, KPI/3B
Setelah kegiatan yasinan selesai, kegiatan pun dilanjutkan dengan penyampaian tausiah singkat oleh Ketua DKM, Prof. Dr. Abdul Syukur, M.A. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan sebuah hadis sebagai landasan bagi para jemaah.
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu anhu berkata “Apa yang aku larang hendaklah kalian hindari dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya hancurnya orang-orang sebelum kalian adalah banyak pertanyaan mereka yang tidak berguna dan banyak pertentangan mereka terhadap para nabi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau pun kemudian menjelaskan makna hadis tersebut secara mendalam dengan memberikan penekanan pada pesan penting kepada jemaah.
“Oleh karena itu, pesan dari hadis ini adalah: laksanakan apa yang diperintahkan semampu kita, dan jika suatu hal tidak diwajibkan secara mutlak, janganlah memperumitnya dengan banyak bertanya yang justru bisa menjadi beban,” jelas Prof. Dr. Abdul Syukur.
Beliau juga mengingatkan agar jemaah senantiasa menghindari kebiasaan melanggar aturan agama hanya karena mengikuti tradisi atau adat istiadat yang keliru.
“Kita jangan sampai melanggar aturan agama hanya karena alasan adat atau tradisi yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat,” tegas Prof. Dr. Abdul Syukur sebagai penutup tausiah.
Reporter: Hadiyya Fatimah Zulkarnain, KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar