Inilah Sosok di Balik Pembangunan Area Baru Masjid Ar-Rahman Arcamanik

Klik untuk membaca artikel.
Dakwahpos.com, Bandung - Ketua DKM Masjid Ar-Rahman, Arcamanik, Bapak Widyo Isworo, pada wawancara yang dilakukan pada Kamis (22/10/2026), menjelaskan siapa saja yang bergerak dalam pembangunan area terbaru dari Masjid Ar-Rahman, Arcamanik, Bandung.

Ia menjelaskan, orang yang melatar belakangi dari pembangunan area yang baru dari Masjid Ar-Rahman ini adalah Ketua DKM terdahulu, yakni Bapak Haji Aswad. Yang dimana, sebagaimana yang diceritakan oleh Bapak Widyo, ia mengadakan rapat bersama para warga sekitar RW 09, perihal apakah perlu memperbaiki masjid yang lama atau membangun area masjid yang baru. Dan pada akhirnya, terpilih opsi kedua pada 2018, dan langsung membentuk kepanitiaan pembangunan masjid yang baru tersebut.

Bapak Widyo pun menuturkan, bahwa yang bergerak dalam kepanitiaan pembangunan Masjid Ar-Rahman yang baru ini diantaranya ada Alm. Dr. Mumun Syaban, seorang dosen di Universitas Langlang Buana yang menjadi ketua panitia pembangunannya, dan memanfaatkan jejaring rekan dosennya itu untuk membuat desain awal dari masjid tersebut.

“Beliau memanfaatkan jaringan rekan dosennya untuk membuat desain awal masjid”, tuturnya.

Berikutnya, desain tersebut disempurnakan oleh warga setempat sekitar Masjid Ar-Rahman. Lalu, ada Bapak Rudi dan Bapak Made, yang berinisiatif untuk memposisikan Masjid di area tengah lahan. Selain itu, Bapak Made juga yang menggaet sponsor dari temannya yang berasal dari Yaman, untuk menyumbang rangka besi bangunan. Lalu ada Bapak Anis yang bertugas untuk mewujudkan desain dan juga sebagai pengawas pelaksanaan pembangunan Masjid, serta Bapak Amir, yang dikatakan oleh Bapak Widyo sebagai mantan pegawai Pekerjaan Umum, yang mengawasi pengerjaan teknik sipilnya.

Namun, pembangunan area baru ini tidak selamanya berjalan dengan mulus. Salah satu kendalanya adalah dari lahan Masjid Ar-Rahman ini, yang merupakan fasilitas umum dari yang awalnya adalah sebuah gudang developer perumahan. Ia menjelaskan, bahwa dalam surat keterangan dari developernya disebutkan, bahwa ‘fasilitas umum diserahkan kepada warga sebagai tempat ibadah yang berlokasi di Jalan Purbamanik’.

“Namun, ketika dicek ke Pemerintah Kota (Pemkot), ternyata developer belum melaporkannya, sehingga status fasum ini menjadi aset Pemkot Bandung, sementara bangunan di atasnya dibangun oleh warga. Kami kemudian mengajukan agar lahan ini tetap dijadikan masjid, dan pemerintah menyetujuinya”, ujar Pak Widyo.

Pembangunannya sendiri berlangsung dari 2018 hingga rampung pada tahun 2023. Selama itu juga, berbagai dinamika muncul selama proses pembangunan berlangsung. Dari pandemi Covid-19 hingga belum terkumpulnya dana dari warga, yang menjadi sebab mundurnya rampungnya pembangunan area baru masjid Ar-Rahman.

“Awalnya direncanakan selesai dalam 3 sampai 5 tahun, atau seharusnya selesai pada tahun 2023. Namun terjadi kemunduran karena pandemi Covid-19 dan dana dari warga tidak bisa terkumpul sekaligus. Rencana anggarannya hampir mencapai Rp 4 miliar. Saat ini, dana yang sudah berhasil terkumpul mendekati angka Rp 3 miliar”, tuturnya.

Meski begitu, antusiasme dari warga juga turut membantu dalam pembangunan masjid baru ini. Dari bermusyawarah dalam menentukan bentuk desain dari masjid terbaru, membantu menyumbangkan perangkat sholat, dan lain sebagainya.

“Semua pihak, baik pengurus maupun warga muslim di RW 09, merasa terlibat dan memiliki masjid ini bersama-sama. Kami memosisikan diri sebagai penyalur kebaikan yang menawarkan peluang amal jariah. Dengan niat amal jariah, banyak warga yang akhirnya berinisiatif sendiri, misalnya patungan untuk membeli karpet dan kebutuhan lainnya”, ungkapnya.

Reporter : Muhammad Habil Apri Gholi, KPI 3/D

Uploaded Image

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos