Ustaz Sudirman Abu Yasfik Ajak Jemaah Dahulukan Adab Daripada Ilmu

Klik untuk membaca artikel.
Uploaded Image

Dakwahpos.com, Bandung - Ustaz Sudirman Abu Yasfik menyampaikan sebuah pesan penting terkait tema adab-adab dalam Islam episode ke-3 pada kajian ba’da subuh yang dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman, Arcamanik, Minggu (13/09/2026), dengan menegaskan bahwa adab itu lebih penting daripada ilmu.

Dalam kajiannya, Ustaz Sudirman Abu Yasfik menyampaikan 3 pendapat para ulama salaf terdahulu mengenai adab dan akhlak. Seperti Abdullah bin Mubarak, yang berkata bahwa menunjukkan adab itu sangat penting, walaupun sedikit mengalahkan ilmu yang banyak. Dan menurutnya, sebanyak apapun ilmu yang didapat, bisa membuat manusia menjadi merasa sombong. 

Menurut Ustaz Sudirman Abu Yasfik, para ulama terdahulu menambahkan bahwa tingkatan ilmu menurut para ulama ada 3 tingkatan. Yang pertama adalah merasa sombong, yang kedua adalah manusia akan bersikap tawadhu’ (rendah hati), dan tahap yang ketiga adalah merasa dirinya bodoh atau tidak tahu apa-apa. “Kalau sudah mulai lama sekali belajar, dia tahu bahwa dirinya itu banyak kekurangan. Banyak yang tidak tahu. Sehingga, Imam Malik sering mengatakan, ‘la adri, la adri, la adri’ saya tidak tahu”, ungkapnya.

Ustaz Sudirman Abu Yasfik menyampaikan bahwa ilmu yang Allah berikan itu hanya sedikit. Ia menjelaskan, dalam bahasa para ulama, ilmu itu jika kita kerahkan semua usaha kita untuk meraih ilmu, maka ilmu tidak akan memberikan kecuali setengahnya. Dan karena sifat ilmu itu sedikit, ia mengajak untuk meniatkan mencari ilmu karena Allah SWT, mengamalkan ilmu yang didapatnya, agar ilmu yang didapat menjadi ilmu yang bermanfaat.

Ustaz Sudirman Abu Yasfik mencontohkan seorang ulama yang kaya raya bernama Abdullah bin Mubarak, yang mempergunakan hartanya sebagai sarana untuk menuntut ilmu, untuk berhijrah, untuk haji, untuk membantu fakir miskin, hingga membiayai para penuntut ilmu. Ia menambahkan, bahwa di akhirat kelak, harta yang kita miliki bisa menjadi sebuah hisab yang memberatkan, karena dipertanyakan harta itu didapatkan dengan seperti apa dan kegunaannya untuk apa. Sehingga, Ustaz Sudirman Abu Yasfik berpesan untuk mengusahakan pemberian harta yang Allah SWT berikan untuk diberikan kembali kepada Allah SWT di jalan nya, seperti dengan bersedekah, membantu kaum muslimin, agar hartanya mendapatkan kesuksesan di akhirat.

Lebih lanjut, Ustaz Sudirman Abu Yasfik menyampaikan bahwa ada beramal saleh itu membutuhkan harta. Tetapi, ia juga menambahkan bahwasannya ada bentuk beribadah kepada Allah yang tidak membutuhkan harta. “Coba kita renungkan, beribadah kepada Allah yang tanpa harta, contohnya senyum, senyum itu bagian dari sedekah tanpa harta. Lalu menolong dengan tenaga, zikir menggunakan lisan, sisanya menggunakan harta. Dan yang paling utama adalah berjihad.” ujarnya.

Ustaz Sudirman Abu Yasfik juga mengutip perkataan dari Sufyan Ats-Tsauri, yang mengatakan, bahwa orang-orang terdahulu tidak mempelajari hadist, kecuali sampai mereka mempelajari adab dan ibadah terlebih dahulu. Ia mengatakan bahwa tahapan dalam belajar itu adalah diawali dengan adab terlebih dahulu. “Bagaimana adab kepada Allah, bagaimana adab kepada Rasulullah, bagaimana adab kepada orang tua, ya, dan lain sebagainya. Maka pelajari adab, setelah itu barulah belajar ilmu halal haram, ya, supaya nanti akan berkah ilmunya”, tuturnya.

Reporter: Muhammad Habil Apri Gholi, KPI 3/D



Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos