Dakwahpos.com, Bandung- Majelis Taklim Masjid Al-Istianah, Cipadung, menggelar pengajian rutin pada Ahad (20/09/2026) pukul 13.00–15.00 WIB. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ibu Elis Herliniawati, yang sekaligus bertindak sebagai pembaca ayat suci Al-Qur'an dan penyampai tafsirnya.
Pengajian diawali dengan pembacaan QS. Al-An'am ayat 21–25. Ibu Elis membacakan ayat terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh seluruh jemaah yang hadir, dilanjutkan dengan pembacaan arti ayat sebelum masuk ke penjelasan tafsir.
Dalam kajiannya, Ibu Elis mengupas makna kelima ayat tersebut yang secara garis besar membahas tentang kezaliman manusia terhadap diri sendiri dan orang lain, serta bahaya sifat musyrik atau menyekutukan Allah.
"Teu aya nu leuwih dolim batan jalma-jalma anu nyieun-nyieun kabohongan anu sok ngaku-ngaku kalayan asmana Allah," tuturnya, Ahad (20/09/2026).
Ibu Elis juga mengingatkan jemaah, khususnya yang telah berusia lanjut, agar tidak menyia-nyiakan kesempatan salat khusyuk selagi Allah masih memberi kenikmatan pancaindra dan kesehatan. Ia berpesan agar jangan pernah menyia-nyiakan salat, karena kemampuan manusia untuk beribadah bersifat terbatas dan tidak ada yang tahu sampai kapan nikmat itu akan bertahan.
Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk terus menghadiri majelis ilmu tanpa memandang usia. "Mencari ilmu mah tidak ada batasan usia," ujarnya, seraya menekankan pentingnya majelis taklim sebagai wadah agar umat islam tidak mudah merasa cukup hanya dengan belajar sendiri di rumah.
Di bagian akhir kajian, Ibu Elis menyinggung betapa pentingnya menjaga telinga, mata, dan lisan agar senantiasa terbuka menerima kebenaran ayat-ayat Allah, bukan sebaliknya menutup diri seperti sifat orang-orang yang mendustakan Nabi dalam ayat 25.
"Telinga kita terus terbuka untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, dan mulut kita insyaallah bisa menjaga apa yang seharusnya kita bicarakan, apa yang seharusnya kita tidak dibicarakan." Ahad (20/09/2026)
Reporter: Anisa Triwulandini/KPI 3C
Tidak ada komentar
Posting Komentar