DKM Al-Barokah Pasir Biru Tingkatkan Pengetahuan Keagamaan Anak Melalui Pengajian

Klik untuk membaca artikel.

 

Dakwahpos.com, Bandung - Kegiatan Pengajian anak-anak di Masjid Al-Barokah, Pasir Biru dipimpin oleh ketua DKM Al-Barokah Ustaz Asep Anwarullah bersama Ustaz Ujang Rosyidin, Minggu (04/10/2026). Selain belajar mengaji, anak-anak juga belajar tajwid, fikih, tauhid, dan hafalan Al-Qur’an.

Kegiatan pengajian ini membagi anak dalam 2 kelompok, yaitu kelompok iqro bagi anak-anak yang baru belajar dan kelompok Al-Quran. Anak yang masih menggunakan iqro mendapatkan pembelajaran membaca sekaligus penerapan tajwid melalui praktik, sedangkan anak yang sudah membaca Al-Qur’an mendapat materi tajwid secara lebih mendalam. 

“Minimal anak yang kecil maupun yang gede, selama ngaji di sini, minimal hafal Juz 30,” ujar Ustaz Asep Anwarullah.

Sistem hafalan dilakukan melalui setoran. Anak-anak diminta menghafalkan surah di rumah, kemudian menyetorkannya kepada pengajar ketika kegiatan pengajian di masjid. Sejumlah anak yang telah menyelesaikan Juz 30 bahkan mulai menghafalkan surah lain seperti Ar-Rahman, Al-Waqiah, Al-Mulk, dan Al-Qalam.

“Materinya bukan hanya ngaji Al-Qur’an. Ada fikih, ada tauhid,” kata Ustaz Asep Anwarullah.

Selain hafalan, materi keagamaan diberikan secara bergantian sesuai jadwal. Anak-anak mempelajari fikih seperti tata cara wudu, bacaan salat, hingga taharah untuk kelompok yang lebih besar. Sementara itu, materi tauhid yang diberikan kepada anak-anak mengenai rukun iman dan rukun Islam.

Semua pengajaran itulah yang selalu diusahakan oleh Ustaz Asep Anwarullah dan Ustaz Ujang Rosyidin. Keterbatasan pengajar bukan pengahalang untuk memberi yang terbaik bagi pendidikan agama anak-anak di masjid.

“Kalau hanya saya sendiri, yang kecil-kecil itu dibantu ngajarin sama yang gede-gede yang udah ke Quran,” tutur Ustaz Asep Anwarullah.

Dalam pelaksanaannya, saat hanya Ustaz Asep Anwarullah yang membimbing, anak-anak yang lebih besar dan telah mampu membaca Al-Qur’an turut membantu mengajari anak-anak yang masih belajar Iqra. Cara tersebut membuat kegiatan tetap berjalan sekaligus memberi kesempatan kepada anak-anak yang lebih besar untuk belajar membimbing.

Menurut Ustaz Asep Anwarullah, keterlibatan anak-anak yang lebih besar bukan hanya membantu mengejar waktu pembelajaran. Mereka juga dilatih untuk mengetahui cara mengajari anak yang lebih kecil. Dengan demikian, kegiatan pengajian tidak hanya menjadi proses belajar satu arah antara guru dan murid, tetapi juga memberi ruang bagi anak untuk saling membantu dalam proses belajar.

Reporter: Pahmi Padila Emi, KPI/3B

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos