Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz Hasan dalam khutbah Jumat di Masjid Al Ikhlas Cimariuk menekankan tiga pedoman untuk memperkuat iman dalam setiap keadaan kehidupan. Khotbah tersebut berangkat dari doa "Rabbana aatina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah" yang menurutnya mengandung tuntunan praktis bagi setiap muslim.
Pada kesempatan itu, Ustaz Hasan menjelaskan bahwa doa tersebut tidak hanya memohon kebaikan dunia dan akhirat, tetapi juga mengajarkan sikap spiritual yang harus dipegang dalam menghadapi nikmat, musibah, maupun saat memulai amal. "Kebaikan dunia–akhirat itu dapat dirasakan jika kita menempatkan hati pada tiga sikap utama yang diajarkan agama," ujar Ustaz Hasan, Jumat (28/11/2025).
Ia menyampaikan pedoman pertama: mengucapkan alhamdulillahi rabbil 'alamin ketika menerima nikmat sebagai bentuk syukur kepada Allah. Menurutnya, syukur bukan hanya ucapan, tetapi kesadaran bahwa segala karunia berasal dari Allah. "Jika diberi kenikmatan, maka bersyukurlah. Syukur adalah penguat hati," ungkapnya pada jamaah.
Pedoman kedua, lanjutnya, adalah mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un ketika ditimpa musibah. Kalimat tersebut mengingatkan manusia bahwa seluruh kehidupan tunduk pada kehendak Allah. "Musibah itu bukan sekadar cobaan, tetapi panggilan agar kita kembali menyadari siapa pemilik hidup ini," kata Ustaz Hasan.
Pedoman ketiga adalah memulai setiap pekerjaan baik dengan bacaan bismillahirrahmanirrahim. Ia menegaskan bahwa sikap tersebut menyiapkan hati agar mengaitkan setiap usaha dengan pertolongan Allah. "Kalau kita memulai kebaikan, maka awali dengan bismillah, karena di situlah keberkahan digelarkan," ucapnya.
Menutup khutbahnya, Ustaz Hasan mengingatkan jamaah agar terus memperbaiki iman dan takwa melalui ketiga pedoman tersebut. Ia berharap jamaah dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat sebagaimana terkandung dalam doa yang dibacanya.
Reporter: Sri Septia, KPI/3B
Pada kesempatan itu, Ustaz Hasan menjelaskan bahwa doa tersebut tidak hanya memohon kebaikan dunia dan akhirat, tetapi juga mengajarkan sikap spiritual yang harus dipegang dalam menghadapi nikmat, musibah, maupun saat memulai amal. "Kebaikan dunia–akhirat itu dapat dirasakan jika kita menempatkan hati pada tiga sikap utama yang diajarkan agama," ujar Ustaz Hasan, Jumat (28/11/2025).
Ia menyampaikan pedoman pertama: mengucapkan alhamdulillahi rabbil 'alamin ketika menerima nikmat sebagai bentuk syukur kepada Allah. Menurutnya, syukur bukan hanya ucapan, tetapi kesadaran bahwa segala karunia berasal dari Allah. "Jika diberi kenikmatan, maka bersyukurlah. Syukur adalah penguat hati," ungkapnya pada jamaah.
Pedoman kedua, lanjutnya, adalah mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un ketika ditimpa musibah. Kalimat tersebut mengingatkan manusia bahwa seluruh kehidupan tunduk pada kehendak Allah. "Musibah itu bukan sekadar cobaan, tetapi panggilan agar kita kembali menyadari siapa pemilik hidup ini," kata Ustaz Hasan.
Pedoman ketiga adalah memulai setiap pekerjaan baik dengan bacaan bismillahirrahmanirrahim. Ia menegaskan bahwa sikap tersebut menyiapkan hati agar mengaitkan setiap usaha dengan pertolongan Allah. "Kalau kita memulai kebaikan, maka awali dengan bismillah, karena di situlah keberkahan digelarkan," ucapnya.
Menutup khutbahnya, Ustaz Hasan mengingatkan jamaah agar terus memperbaiki iman dan takwa melalui ketiga pedoman tersebut. Ia berharap jamaah dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat sebagaimana terkandung dalam doa yang dibacanya.
Reporter: Sri Septia, KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar