Dalam Ceramah Akhir Pekan, Ustaz Nandang Sorot Ketakwaan sebagai Derajat Tertinggi di Sisi Allah

Dakwahpos.com, Bandung— Ustaz Nandang memberikan ceramah akhir pekan dalam pengajian ibu-ibu Majelis Al-Ikhlas Cimariuk dengan membahas tema ketakwaan sebagai derajat tertinggi manusia di hadapan Allah, Rabu (26/11/2025).

Dalam ceramahnya, Ustaz Nandang menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan terletak pada jabatan, kekayaan, atau status sosial, melainkan pada ketakwaannya. Ia menyampaikan bahwa Al-Qur'an secara jelas menempatkan takwa sebagai tolok ukur utama kemuliaan manusia.

"Bukan anak presiden, bukan anak konglomerat, dan bukan pula orang berpangkat yang paling mulia. Yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa," ujar Ustaz Nandang saat menyampaikan materi di hadapan jamaah pengajian ibu-ibu Majelis Al-Ikhlas Cimariuk, Rabu (26/11/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa takwa berarti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Perintah Allah seperti salat, zakat, dan puasa harus dijalankan, sementara larangan seperti mabuk, zina, dan perbuatan maksiat lainnya harus ditinggalkan. Menurutnya, inti dari ketakwaan adalah ibadah yang mengikuti tuntunan Nabi Muhammad SAW.

"Orang mulia itu bukan ustaz, bukan pejabat, tapi orang yang sungguh-sungguh menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya," kata Ustaz Nandang menegaskan.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung pentingnya mendidik anak agar menjadi pribadi yang saleh dan bertakwa. Anak yang saleh, menurutnya, merupakan investasi akhirat bagi orang tua karena doa anak saleh akan terus mengalir meski orang tua telah meninggal dunia.

"Kalau harta kita sedikit dan ilmu kita terbatas, setidaknya kita punya anak yang saleh, karena doa mereka akan menjadi amal yang tidak terputus," ungkapnya.

Ceramah ditutup dengan doa bersama dan harapan agar para jamaah dapat mengamalkan nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Sri Septia, KPI/3B

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024