Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Nurul Huda yang berlokasi di Jl. Sarirasa RT.01/RW.04, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, saat ratusan jamaah memadati masjid untuk menunaikan Salat Jumat. Sejak menjelang waktu zuhur, jamaah dari berbagai kalangan—mulai dari orang tua, pemuda, hingga anak-anak—terlihat berdatangan dan memenuhi saf-saf salat.
Salat Jumat kali ini mengangkat tema khutbah tentang meningkatkan ketakwaan melalui keteladanan kisah Nabi Muhammad SAW. Tema tersebut disampaikan secara lugas dan menyentuh oleh khatib, Ustadz Ahmad Fauzi, yang mengajak jamaah untuk kembali menjadikan Rasulullah SAW sebagai pedoman utama dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam khutbahnya, Ustadz Ahmad Fauzi menuturkan bahwa ketakwaan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual, tetapi juga dari bagaimana seorang Muslim meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Ia mengisahkan perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam, menghadapi berbagai ujian dengan kesabaran, serta menunjukkan kejujuran dan kasih sayang bahkan kepada orang-orang yang memusuhinya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Jamaah diajak untuk meneladani sifat amanah Rasulullah dalam bekerja, kesabaran dalam menghadapi persoalan hidup, serta kepedulian sosial terhadap sesama. "Ketakwaan sejati akan tercermin dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya saat berada di masjid, tetapi juga ketika kita berada di tengah masyarakat," ujar Ustadz Ahmad Fauzi di hadapan jamaah.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Huda, Ustadz H. Muahammad Jupri, saat ditemui seusai Salat Jumat menyampaikan bahwa tema khutbah tersebut sengaja dipilih untuk mengingatkan kembali jamaah akan pentingnya meneladani Rasulullah SAW di tengah tantangan zaman. Ia menilai bahwa kisah hidup Nabi Muhammad SAW selalu relevan untuk dijadikan pedoman dalam memperkuat iman dan ketakwaan.
Ustadz Jupri menjelaskan bahwa masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat. Melalui khutbah Jumat, masjid berupaya menghadirkan pesan-pesan keislaman yang membumi dan mudah dipahami oleh jamaah. Ia berharap pesan yang disampaikan dalam khutbah dapat menjadi bahan renungan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami berharap jamaah tidak hanya mendengar khutbah, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai yang disampaikan. Keteladanan Rasulullah SAW harus hidup dalam sikap kita sehari-hari, baik di rumah, di tempat kerja, maupun di lingkungan masyarakat," tutur Ustadz Jupri.
Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Nurul Huda berlangsung dengan tertib dan lancar. Petugas masjid sigap mengatur jamaah, sementara suasana kekhusyukan tetap terjaga hingga salat selesai dilaksanakan. Usai ibadah, jamaah tampak saling bersalaman, berbincang ringan, dan sebagian masih bertahan di masjid untuk berzikir dan berdoa.
Melalui khutbah Jumat yang mengangkat kisah Nabi Muhammad SAW ini, Masjid Nurul Huda kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan relevan bagi jamaah. Diharapkan, pesan ketakwaan yang disampaikan mampu memperkuat keimanan serta mendorong terbentuknya pribadi Muslim yang berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama.Lodra Caesar Abdul Hidayat.
Tidak ada komentar
Posting Komentar