Dakwahpos.com, Bandung– Kezaliman merupakan salah satu perbuatan yang paling keras dikecam dalam ajaran Islam. Tidak hanya berdampak pada rusaknya hubungan antar manusia, kezaliman juga menjadi sebab utama datangnya kebinasaan, baik di dunia maupun di akhirat. Pesan inilah yang kembali mengingatkan umat agar senantiasa berhati-hati dalam bersikap dan bertindak
Dalam kehidupan sehari-hari, kezaliman kerap dipahami secara sempit sebagai tindakan penindasan fisik atau ketidakadilan yang besar. Padahal, kezaliman memiliki makna yang jauh lebih luas. Mengabaikan kebenaran, melanggar aturan Allah, serta menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya juga termasuk bentuk kezaliman yang sering kali luput dari kesadaran.
Islam menegaskan bahwa setiap bentuk kezaliman akan membawa konsekuensi. Sejarah telah mencatat bagaimana banyak kaum terdahulu dibinasakan bukan karena lemahnya kekuatan mereka, melainkan karena kezaliman yang terus dilakukan dan dipelihara. Kezaliman yang awalnya dianggap sepele, jika dibiarkan, lambat laun akan menggerogoti nilai moral dan menghancurkan tatanan kehidupan.
Lebih dari itu, kezaliman tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga menjadi bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Ketika seseorang memilih untuk melanggar perintah Allah dan mengabaikan nilai keadilan, ia sejatinya sedang menjerumuskan dirinya pada kehancuran. Hati menjadi keras, nurani tumpul, dan kehidupan pun kehilangan arah
Dalam konteks sosial, kezaliman yang dilakukan secara kolektif akan melahirkan ketidakadilan yang sistemik. Ketika kejujuran tidak lagi dijunjung, amanah dikhianati, dan kebenaran dikalahkan oleh kepentingan, maka kehancuran sebuah masyarakat hanyalah persoalan waktu. Oleh karena itu, Islam menempatkan keadilan sebagai pilar utama dalam membangun peradaban yang kokoh.
Pesan tentang bahaya kezaliman sejatinya menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk senantiasa melakukan muhasabah diri. Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjauhi kezaliman, sekecil apa pun bentuknya, serta berusaha menegakkan keadilan dalam lingkup kehidupan masing-masing.
Dengan menjauhi kezaliman dan menegakkan nilai keadilan, umat Islam tidak hanya menjaga keharmonisan sosial, tetapi juga menyelamatkan diri dari kebinasaan yang telah Allah peringatkan. Sebab, keadilan adalah jalan keselamatan, sementara kezaliman adalah pintu menuju kehancuran.
Reporter : Diya Asyita Zamzami-KPI 3D
Dalam kehidupan sehari-hari, kezaliman kerap dipahami secara sempit sebagai tindakan penindasan fisik atau ketidakadilan yang besar. Padahal, kezaliman memiliki makna yang jauh lebih luas. Mengabaikan kebenaran, melanggar aturan Allah, serta menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya juga termasuk bentuk kezaliman yang sering kali luput dari kesadaran.
Islam menegaskan bahwa setiap bentuk kezaliman akan membawa konsekuensi. Sejarah telah mencatat bagaimana banyak kaum terdahulu dibinasakan bukan karena lemahnya kekuatan mereka, melainkan karena kezaliman yang terus dilakukan dan dipelihara. Kezaliman yang awalnya dianggap sepele, jika dibiarkan, lambat laun akan menggerogoti nilai moral dan menghancurkan tatanan kehidupan.
Lebih dari itu, kezaliman tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga menjadi bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Ketika seseorang memilih untuk melanggar perintah Allah dan mengabaikan nilai keadilan, ia sejatinya sedang menjerumuskan dirinya pada kehancuran. Hati menjadi keras, nurani tumpul, dan kehidupan pun kehilangan arah
Dalam konteks sosial, kezaliman yang dilakukan secara kolektif akan melahirkan ketidakadilan yang sistemik. Ketika kejujuran tidak lagi dijunjung, amanah dikhianati, dan kebenaran dikalahkan oleh kepentingan, maka kehancuran sebuah masyarakat hanyalah persoalan waktu. Oleh karena itu, Islam menempatkan keadilan sebagai pilar utama dalam membangun peradaban yang kokoh.
Pesan tentang bahaya kezaliman sejatinya menjadi pengingat bagi seluruh umat Islam untuk senantiasa melakukan muhasabah diri. Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjauhi kezaliman, sekecil apa pun bentuknya, serta berusaha menegakkan keadilan dalam lingkup kehidupan masing-masing.
Dengan menjauhi kezaliman dan menegakkan nilai keadilan, umat Islam tidak hanya menjaga keharmonisan sosial, tetapi juga menyelamatkan diri dari kebinasaan yang telah Allah peringatkan. Sebab, keadilan adalah jalan keselamatan, sementara kezaliman adalah pintu menuju kehancuran.
Reporter : Diya Asyita Zamzami-KPI 3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar