Semangat Makmurkan Masjid, DKM Qudwah Majalaya Gelar Pengajian Ibu-Ibu

Dawahpos.com, Bandung – DKM Qudwah Majalaya menggelar pengajian Ibu-Ibu, yang berlangsung di Masjid Qudwah Majalaya. Sejak 2022, pengajian ini sudah berjalan kurang lebih tiga tahun. Awalnya jemaah pengajian hanya sekitar lima orang masyarakat sekitar. Dari mulut ke mulut, Ibu-Ibu saling mengajak, hingga kini jumlah jemaah bertambah, sekarang sudah ada sekitar 30 jemaah dalam pengajian ini. Sabtu (20/9/2025).

Ibu Mulyanah selaku ketua bidang Ta'lim sekaligus pengajar mengatakan bahwa awalnya Masjid Qudwah hanya ramai pada waktu salat dan oleh orang-orang yang sedang transit perjalanan, belum banyak kajian yang digelar. Ia menambahkan, terbentuknya pengajian Ibu-Ibu lahir dari keinginan masyarakat untuk memakmurkan Masjid. Sesekali memang ada kajian dari luar yang diselenggarakan di Qudwah.

"Awalnya ingin memakmurkan Masjid, kan Masjid ini banyaknya dipakai transit orang yang sedang perjalanan. Biasanya rame saat waktu salat. Awal ada kajian itu sering diadakan dari luar, tapi tidak rutin hanya sebulan sekali, kadang dua bulan sekali, kalau sekarang sudah ada program pengajian rutin, kayak kajian dari Ibu-Ibu persistri itu rutin," ujarnya.

Sistem belajar pengajian Ibu-Ibu ini mengalami perubahan dari waktu ke waktu disesuaikan dengan kebutuhan. Awalnya pengajian Ibu-Ibu ini belajar tentang lagam atau nada dalam mengaji. Kini materi berkembang menjadi tajwid dan tahsin Al-Qur'an.

Lebih jauh, Ibu Mulyanah menjelaskan bahwa sistem belajar pengajian dibagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas A untuk jemaah yang belum lancar mengaji, dan kelas B yang sudah lancar. Hal itu dilakukan agar Ibu-Ibu mampu mengembangkan bacaan Al-Qur'an menjadi lebih baik, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

"Awalnya hanya satu kelas. Kalau sekarang karena ada perbedaan, yang satu ada yang masih belajar, di ajarinya sama Ustazah Evi, ada juga yang yang sudah lancar mengajinya dimasukan ke kelas B, supaya tidak pusing mengajarkan materinya, jadi di sesuaikan sama kemampuan Ibu-Ibu," jelasnya.

Selain kegiatan pengajian, jemaah Ibu-Ibu juga membentuk kas bersama untuk mendukung program, seperti pengajian ke luar, kegiatan sosial dalam membantu jemaah yang sakit maupun berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.

Ke depan, ia berharap dengan prinsip "dari kita, oleh kita, untuk kita", pengajian ini bisa terus rutin dilaksanakan dan semakin bermanfaat bagi masyarakat.

Reporter : Santi Sri Mulyani, KPI/3C




Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024