Tampilkan postingan dengan label Peradaban Percikan Iman Arjasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peradaban Percikan Iman Arjasari. Tampilkan semua postingan

Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari, Menara Spiritual di Pusat Kehidupan Masyarakat

Dakwahpos.com, Bandung-Arjasari, sebuah desa yang kaya akan sejarah dan keberagaman budaya, kini memiliki sebuah landmark spiritual yang mempesona, yakni Masjid Peradaban Percikan Iman. Diresmikan baru-baru ini, masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Dengan arsitektur yang megah dan ciri khas yang mencerminkan nilai-nilai keislaman dan keberagaman, Masjid Peradaban Percikan Iman menjadi destinasi unggulan bagi warga Arjasari dan sekitarnya. Setiap detail arsitektur masjid ini dirancang dengan cermat, menciptakan atmosfer yang mendalam dan damai bagi para jamaah.

Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Program-program sosial seperti bantuan keuangan, pelatihan keterampilan, dan kegiatan kemanusiaan lainnya menjadi bagian integral dari peran masjid dalam mewujudkan keberagaman dan keadilan sosial.

Selain itu, Masjid Peradaban Percikan Iman menjadi pusat pendidikan agama dan karakter bagi generasi muda. Melalui kegiatan belajar yang interaktif dan kreatif, masjid ini berusaha membentuk pemuda yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Dalam wawancara dengan imam masjid, beliau menegaskan pentingnya peran masjid dalam menyatukan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan kebudayaan. "Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga tempat memperkuat ikatan sosial dan membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai iman," ujarnya.

Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari menjadi bukti nyata bahwa tempat ibadah dapat menjadi pusat kehidupan masyarakat yang memperkaya spiritualitas dan kualitas hidup bersama.


Reporter: Abdurrrahman Azfa Naufal KPI/3A




Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari Adakan Kegiatan Jambore Untuk Pertama Kali

Dakwahpos.com, Bandung - Hari pertama Jambore Peradaban Percikan Iman di Masjid Peradaban Arjasari resmi dimulai pada hari Sabtu, (25/11/2023). Ribuan peserta dari berbagai daerah berkumpul untuk merayakan kegiatan ini yang diadakan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan keimanan.

Pagi ini, acara dimulai dengan sambutan hangat dari panitia penyelenggara dan pemuka agama setempat. Peserta diberikan arahan untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang bertujuan mengembangkan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan spiritualitas.

Dalam kegiatan pembukaan, peserta Jambore memperkenalkan diri dan mengikuti ice-breaking untuk mempererat keakraban di antara mereka. 

Agenda hari pertama juga mencakup kegiatan sosial, seperti bakti sosial di sekitar masjid dan lingkungan sekitar.

Pada hasil wawancara dengan Pian, salah satu panitia pelaksana, dia menyampaikan, "Kami sangat senang melihat antusiasme peserta yang luar biasa. Hari pertama diisi dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempererat tali silaturahmi dan menguatkan nilai-nilai keagamaan."

Kegiatan Jambore ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertemuan antarpeserta, tetapi juga sebagai momen untuk memperkukuh iman dan membangun fondasi karakter yang kuat. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, para peserta berkomitmen untuk menjadikan Jambore Peradaban Percikan Iman ini sebagai langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan toleran.

Reporter: Abdurrahman Azfa Naufal-KPI/3A


Kajian Masjid Peradaban Percikan Iman : Solidaritas untuk Palestina

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Peradaban Percikan Iman menjadi pusat kegiatan spiritual yang ramai. Dengan semangat yang tulus, padah hari Ahad, (29/10/2023). Jamaah setempat berkumpul untuk sebuah kajian yang didedikasikan untuk menguatkan solidaritas dengan Palestina.

Imam Masjid Peradaban Percikan Iman, Ustaz Aam Amiruddin, mengatakan, Kajian ini bertujuan untuk membuka mata dan hati kita terhadap penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di Palestina. Kami berharap melalui pemahaman yang lebih mendalam, kita dapat memberikan dukungan yang lebih efektif dan berkontribusi pada upaya perdamaian.

Kajian ini juga merupakan kesempatan bagi komunitas setempat untuk berdonasi dan mendukung proyek-proyek kemanusiaan yang ditujukan untuk Palestina. 

Selain itu, Masjid Peradaban Percikan Iman berencana untuk melanjutkan program pendidikan tentang isu-isu Timur Tengah dan Palestina untuk memperdalam pemahaman komunitas setempat.Dengan semangat kajian ini, Masjid Peradaban Percikan Iman berharap dapat membawa lebih banyak kesadaran dan solidaritas kepada rakyat Palestina serta berkontribusi pada perdamaian dan keadilan di wilayah tersebut.

Reporter: Abdurrahman Azfa Naufal_KPI/3A



Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari : Contoh Nyata Tempat Ibadah Yang di Ajarkan Rasulullah

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Peradaban Percikan Iman, sebuah tempat ibadah yang menjadi pusat spiritual dan intelektual bagi komunitas setempat. Kajian yang diadakan setiap Ahad, (22/10/2023) telah menjadi peristiwa penting yang membawa sinar kebijaksanaan dan keberkahan bagi mereka yang hadir. Kami berkesempatan untuk berbicara dengan beberapa peserta kajian dan mendengar perspektif mereka.
Kajian dimulai dengan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, yang segera mengisi ruang dengan ketenangan dan keheningan. 

Salah seorang peserta, Siti Rahma, menjelaskan, "Kajian ini benar-benar membantu saya memahami lebih dalam tentang ajaran Islam. Ini tidak hanya menguatkan iman saya, tetapi juga memberi arahan tentang bagaimana menghadapi tantangan hidup."

Kajian tidak hanya tentang agama, tetapi juga tentang etika, moralitas, dan cara memperbaiki diri. Peserta kajian merasa bahwa ini adalah peluang luar biasa untuk mencari pemahaman lebih mendalam tentang nilai-nilai yang mendasari perilaku dan tindakan mereka sehari-hari.

Kajian hari Ahad ini juga menciptakan suasana kebersamaan dan keakraban. Peserta merasa seperti keluarga yang bersatu dalam pencarian pengetahuan dan kebaikan. Mereka berbagi cerita, pengalaman, dan ide-ide mereka, menciptakan ikatan yang kuat di antara mereka.

Kajian hari Ahad di Masjid Peradaban Percikan Iman bukan hanya tentang pembelajaran agama, tetapi juga tentang pembangunan komunitas yang kuat dan berdaya. Kami melihat bagaimana inisiatif ini merangsang pertumbuhan intelektual dan moral di kalangan peserta. Komunitas ini terus menjadi teladan dalam promosi kedamaian, toleransi, dan nilai-nilai spiritual di wilayah mereka.


Repoter: Abdurrahman Azfa Naufal, KPI/3A

Ustadz Aam Amirudin: Perdalam Kebajikan dan Keagamaan di Hari Ahad

Dakwahpos.com, Bandung- Tabligh Akbar yang diselenggarakan di Masjid Peradaban Percikan Iman yang di selenggarakan hari Ahad,(17/10/2023) menjadi saat yang penuh semangat di Kecamatan Arjasari berkat kegiatan rutin yang sangat dinanti-nantikan Masjid ini kembali menghadirkan pengalaman keagamaan yang mendalam bagi warga sekitar.

Masjid Percikan Iman, menjadi sebuah landmark keagamaan di tengah perkampungan desa Arjasari, yang terus memancarkan kecerahan. Masjid ini memang belum berdiri sejak lama tepat nya pada saat bulan Ramadhan tahun 2020 dan sampai sekarang pun masih dalam tahap pengembangan, meski baru di resmikan masjid ini sudah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial, masjid ini pun telah menjadi tempat yang berharga bagi banyak penduduk setempat.

Tabligh Akbar adalah sebuah acara yang diadakan pada hari Ahad di Masjid Peradaban Percikan Iman dan menjadi ajang untuk memperdalam kebajikan dan keagamaan. Saya berkesempatan untuk berbicara dengan Ustadz DR. Aam Amirudin M,si, selaku pimpinan dan ketua yayasan masjid peradaban percikan iman.

Ustadz Aam Amirudin. Menjelaskan Tabligh Akbar adalah momen yang kami nanti-nantikan setiap pekan. Ini adalah saat di mana kami dapat berkumpul sebagai komunitas, mendengarkan khutbah yang menginspirasi, dan merenungkan pesan-pesan agama yang mendalam

Acara Tabligh Akbar hari ini mengambil tema tentang "Kesabaran dalam Ujian Hidup." Dalam khutbahnya yang menggugah hati, Ustadz Aam Amirudin membahas pentingnya kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup. Dia juga memberikan nasihat dan pandangan yang bermanfaat bagi seluruh hadirin.

Sesi tanya jawab yang interaktif juga menjadi bagian penting dalam Tabligh Akbar ini. Warga komunitas dapat mengajukan pertanyaan mereka terkait dengan tema khutbah dan menerima nasihat langsung dari Ustadz Aam Amirudin.

Tabligh Akbar di Masjid Peradaban Percikan Iman di Kecamatan Arjasari terus menjadi sumber inspirasi dan kedekatan komunitas. Acara ini membuktikan bahwa kegiatan keagamaan bisa menjadi momen berdampak bagi pembelajaran dan pertumbuhan spiritual warga sekitar.


Reporter: Abdurrahman Azfa Naufal, KPI/3A





Masjid Peradaban Percikan Iman Gelar Kajian: Toleransi Antar Umat Beragama

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Peradaban Percikan Iman seperti biasa selalu menggelar kajian pekanan yang di hari ahad (08/10/2023). Acara kajian ini selalu dinantikan oleh jemaah setempat, yang terus menerus meraih manfaat spiritual dari kajian rutin ini. 

Menghadirkan kedamaian dan keberkahan bagi komunitasnya, Masjid Peradaban Percikan Iman di bawah arahan ustaz Aam Amirudin, terus menjadi pusat pengajaran dan pencerahan. Dalam pengajian kali ini, ustaz Aam Amirudin membahas materi yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan pemahaman Islam yang lebih dalam.

Salah satu poin utama yang disampaikan oleh ustaz Aam Amirudin adalah pentingnya "toleransi dan persaudaraan antar umat beragama". Beliau menjelaskan "bahwa Islam mendorong umatnya untuk hidup berdampingan dalam harmoni dengan sesama manusia, tanpa memandang perbedaan keyakinan. Pesan ini sangat relevan dalam konteks saat ini, di mana toleransi dan kerukunan antarumat beragama menjadi kebutuhan mendesak dalam masyarakat global yang semakin beragam," . 

Pengajian ini dihadiri oleh ratusan jemaah dari berbagai kelompok usia. Mereka mendengarkan dengan khusyuk dan bertanya-tanya dalam diskusi setelah pengajian, mencari pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Pengajian ini adalah contoh nyata bagaimana masjid dapat menjadi pusat pendidikan, pemahaman, dan persatuan dalam masyarakat. ustaz Aam Amirudin dan Masjid Peradaban Percikan Iman di Arjasari terus menjalankan peran penting dalam membentuk karakter dan keimanan umat Islam di wilayah ini.


Repoter: Abdurrahman Azfa Naufal, KPI/3A

Bazar Pekanan di Masjid Peradaban Percikan Iman :Tradisi Mingguan yang Berkembang Pesat

dakwahpos.com, Bandung- Masjid Peradaban Percikan Iman di Arjasari menggelar bazar pekanan yang di adakan setiap hari Ahad (01/10/2023). Bazar ini telah menjadi sebuah tradisi mingguan yang dinantikan oleh banyak orang. 

Bazar ini menampilkan berbagai produk seperti pakaian, kerajinan tangan, mainan anak-anak, serta makanan dan minuman. Selain menjadi tempat yang ideal untuk berbelanja, bazar ini juga menjadi ajang berkumpulnya warga setempat dan pengunjung sembari mendengarkan pengajian yang juga diadakan setiap pekan.

Menurut pengunjung setia bazar, "Masjid Peradaban Percikan Iman adalah tempat yang sempurna untuk menghabiskan hari Ahad bersama keluarga. Kami bisa berbelanja, mencicipi makanan enak, dan sambil mendengarkan pengajian." ucap ibu Yanti

Bazar pekanan di Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari adalah contoh nyata bagaimana tradisi keagamaan dapat menjadi pendorong bagi perkembangan ekonomi lokal dan persatuan masyarakat. Dengan semakin meningkatnya minat dan partisipasi dalam bazar ini, tampaknya tradisi ini akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi semua yang terlibat.

Reporter : Abdurrahman Azfa Naufal KPI/3A

Pengajian Masjid Peradaban Percikan Iman Arjasari: Kitalah yang Membutuhkan Shalat

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Peradaban Percikan Iman menggelar pengajian pada hari Minggu (24/09/2023). Kegiatan pengajian ini pun turut dihadiri oleh masyarakat sekitar masjid.

Acara pengajian hari ini mengambil judul tentang "Shalatku Hidupku". Dalam khutbahnya yang menggugah hati, Ustaz Aam Amirudin membahas pentingnya shalat dalam kehidupan kita, beliau juga memberikan nasihat "Bahwa bukan Allah yang membutuhkan shalat kita tapi kita lah yang membutuhkan shalat". 

Saya tidak berkesempatan untuk berbicara dengan Ustadz Aam Amiruddin. Namun saya berkesempatan untuk berbicara dengan salah satu panitia pengajian, Ibu Aisha, yang telah aktif terlibat dalam kegiatan ini dari awal ada nya acara pengajian di Mesjid Peradaban Percikan Iman. "Pengajian hari Minggu ini bukan hanya tentang mengkaji kitab suci, tetapi juga tentang menciptakan ikatan sosial dan memperkuat hubungan sesama umat." ucap Ibu Aisha.

Pengajian ini juga menjadi wadah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar agama dan mengatasi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. 

Selain pengajian, Masjid Peradaban Percikan Iman juga mengadakan kegiatan sosial seperti bazzar untuk membantu UMKM masyarakat. Dan kebetulan hari ini adalah acara puncak ulang tahun yang Ke-24 Percikan Iman. Percikan iman membagikan 200 buku "SUDAH BENARKAH SHALATKU?" Karya Ustadz Dr. Aam Amirudin, M.si.

Pengajian hari Minggu di mesjid Peradaban Percikan Iman bukan hanya tentang menghidupkan rohani, tetapi juga tentang menghidupkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan. Dengan dukungan penuh dari panitia dan partisipasi aktif jamaah, kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat spiritual dan kebersamaan yang memperkuat iman dan persatuan.


Penulis:  Abdurrahman Azfa Naufal KPI 3A
© Dakwahpos 2024