USTADZ FURQON INGATKAN BAHAYA RIYA DALAM BERAMAL

Dakwahpos.com, Bandung – Dalam Khotbah Jum'at di Masjid Istiqomah Cibiru (07/12/2025), Ustaz Furqon mengangkat tema penting mengenai bahaya riyaa atau beramal karena ingin dipuji manusia. Khotbah tersebut dihadiri oleh puluhan jamaah yang mengikuti dengan penuh perhatian.


Ustaz Furqon menyampaikan bahwa riyaa merupakan penyakit hati yang sangat halus dan sering kali tidak terasa oleh pelakunya. Ia menjelaskan bahwa riyaa dapat menghilangkan nilai pahala amal walaupun secara zahir tampak besar dan mulia. Ia juga menekankan bahwa seorang muslim harus menjaga keikhlasan karena Allah hanya menerima amal yang lahir dari hati yang bersih.


"Hati-hati dengan riyaa. Ia dapat merusak pahala amalan yang kita anggap besar sekalipun," ujar Ustaz Furqon (07/12/2025).


"Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian. Maka jagalah hati, luruskan niat sebelum beramal," jelasnya (07/12/2025).


"Beramal itu antara kita dan Allah, bukan antara kita dan manusia," tegas Ustaz Furqon (07/12/2025).


Ustaz Furqon juga mengingatkan bahwa perkembangan media sosial seringkali menjerumuskan seseorang untuk menampilkan amal kebaikan agar terlihat baik di mata manusia. Menurutnya, kebiasaan seperti itu dapat menjadi pintu masuk bagi riyaa apabila tidak dibarengi dengan muhasabah dan pengawasan hati.


Beliau menegaskan pentingnya berlatih keikhlasan dan memperbaiki niat sebelum melakukan setiap amal. Ia menuturkan bahwa menjaga hati memang berat, namun justru di situlah letak nilai lebih seorang hamba yang ingin dicintai Allah.


Salah satu jamaah, Faiz, memberikan tanggapan positif setelah mendengarkan khutbah tersebut. Ia mengatakan bahwa materi yang disampaikan membuatnya lebih sadar untuk memperbaiki niat dalam beribadah dan berbuat kebaikan.


Khotbah ditutup dengan doa agar seluruh jamaah diberi kekuatan untuk menjaga hati dan menghindari riyaa dalam setiap amal yang dilakukan.


Reporter: Muh Razi Fauzi Sidik, KPI D

Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024