Dakwahpos.com, Bandung - Suasana hangat terasa di Masjid Al Barkah setelah jamaah menyelesaikan kegiatan yasinan. Lantunan doa yang sebelumnya menggema perlahan berganti dengan obrolan santai dan senyum kebersamaan. Jamaah tidak langsung beranjak pulang, melainkan meluangkan waktu untuk makan bersama sebagai bentuk mempererat silaturahmi.
Hidangan sederhana yang disajikan menjadi pengikat kebersamaan. Jamaah duduk berdekatan tanpa sekat, saling berbagi cerita dan tawa. Momen ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan.
"Setelah yasinan, makan bersama seperti ini membuat kami semakin dekat satu sama lain," ujar salah satu jamaah Masjid Al Barkah.
Menurut jamaah lainnya, kebersamaan setelah ibadah memiliki makna tersendiri. "Bukan soal makanannya, tapi kebersamaan dan rasa kekeluargaannya yang kami rasakan," katanya.
Kegiatan makan bersama ini juga menjadi ruang komunikasi antarjamaah. Dalam suasana santai, jamaah dapat saling bertukar kabar, menyampaikan saran, hingga memperkuat rasa persaudaraan.
"Silaturahmi seperti ini penting supaya hubungan antarjamaah tetap terjaga dan masjid terasa hidup," ungkap seorang jamaah.
Melalui kebiasaan sederhana usai yasinan ini, Masjid Al Barkah terus menumbuhkan nilai kebersamaan. Dari doa yang dipanjatkan hingga kebersamaan di meja makan, jamaah belajar bahwa ibadah tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama.
Reporter : Muhamad Fachri Jaelani KPI/3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar