Dakwahpos.com – Dalam kajian ahad pagi di Masjid Baitul Mu'min, seorang ustaz menyampaikan bahwa peristiwa kematian yang terjadi di sekitar kita merupakan bentuk peringatan dan tanda kekuasaan Allah. Menurutnya, musibah yang menimpa keluarga atau masyarakat adalah cara Allah menunjukkan betapa mudahnya ajal menjemput dan betapa dekatnya akhir kehidupan setiap manusia.
Ustaz menjelaskan bahwa Allah masih menghidupkan sebagian orang dan mematikan sebagian lainnya agar manusia mengambil pelajaran. "Kita masih diberi kesempatan hidup bukan tanpa alasan, tetapi agar kita memperbanyak amal sebelum ajal tiba," ujarnya. Ia menegaskan bahwa kesempatan hidup harus dimanfaatkan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal saleh.
Dalam ceramah tersebut, ia juga memaparkan keadaan manusia di alam kubur, bahwa sebagian merasakan siksa dan sebagian lainnya mendapatkan nikmat berdasarkan amal mereka di dunia. "Yang sudah wafat tidak lagi bisa beramal, tetapi kita yang hidup masih memiliki kesempatan untuk menentukan keadaan kita kelak di alam barzakh," tambahnya.
Selain itu, ustaz menekankan pentingnya doa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Ia mencontohkan kesungguhan doa Nabi Sulaiman sebagai teladan bagi umat Muslim. "Doa adalah senjata seorang mukmin. Jangan berhenti berdoa, karena Allah mengabulkan siapa saja yang bersungguh-sungguh meminta," jelasnya.
Kajian di Masjid Baitul Mu'min tersebut ditutup dengan ajakan agar jamaah selalu berusaha berada dalam golongan orang beriman, memperbanyak amal kebaikan, serta tidak menyia-nyiakan kesempatan hidup. Ustaz mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian, sementara hidup adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Sebagai penutup tambahan, ustaz mengajak jamaah untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan iman dan tempat memperkuat ukhuwah. Ia berharap Masjid Baitul Mu'min dapat terus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menuntut ilmu, memperbaiki diri, dan membangun kebiasaan beramal saleh secara berkelanjutan.
Tidak ada komentar
Posting Komentar