Jauhi Tajassus dan Ghibah: Pesan Moral untuk Jaga Harmoni Sesama Muslim


Kajian pagi digelar oleh Dewan Kemakmuran Masjid Nurul Hikmah, Cijagra. Sabtu (06/12/2015)

Dalam ceramahnya yang disampaikan kepada para jamaah, Ustadz Edi menekankan pentingnya meninggalkan tiga larangan besar yang disebutkan Allah SWT agar umat dapat menjaga keharmonisan dan hubungan sosial yang sehat. Ia menjelaskan bahwa larangan tersebut merupakan bentuk perlindungan Allah terhadap martabat manusia, sehingga setiap Muslim diingatkan untuk memperbaiki diri sebelum menilai orang lain. Menurutnya, manusia yang baik adalah manusia yang memberikan manfaat bagi sesama tanpa menyakiti atau merendahkan orang lain.

Ustadz juga menyoroti kerasnya larangan tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain. Ia mengingatkan jamaah agar tidak sibuk memperhatikan kekurangan orang lain hingga lupa memperbaiki diri sendiri. 

Dalam ceramahnya ia menyampaikan, "Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, karena Allah memerintahkan kita untuk saling menutupi aib dan bukan membuka kekurangan sesama." ucap Ustadz Edi (06/12/2025)

Seruan ini disampaikan untuk menghindarkan masyarakat dari sikap mudah menghakimi, yang dapat merusak persaudaraan antar Muslim.

Selain itu, ustadz Edi menegaskan bahaya ghibah atau menggunjing, yang juga menjadi salah satu larangan utama dalam Islam. Ia menekankan bahwa membicarakan keburukan orang lain hanya akan menimbulkan permusuhan dan membuka pintu dosa yang lebih besar. Umat diimbau untuk menjaga lisan, saling menghormati, serta menjaga kehormatan orang lain sebagaimana mereka ingin kehormatannya dijaga. Dengan menjauhi tajassus dan ghibah, umat diharapkan mampu membangun lingkungan sosial yang harmonis, saling mendukung, dan penuh kasih sayang.

"Alhamdulillah pagi ini kita dapet ilmu baru lagi tentang larangan apa tadi tuh tajassus ya sama ghibah. Semoga dapat kami jamaah terapkan dalam keseharian." Ujar Fajar, salahsatu jamaah (05/12/2025).

Oleh: Haikal Firdaus (3C)


Tidak ada komentar

© Dakwahpos 2024