Dakwahpos.com, Bandung—Media sosial saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, termasuk umat Islam. Setiap hari, berbagai informasi, opini, dan komentar tersebar luas tanpa batas. Namun, kebebasan berekspresi di ruang digital sering kali tidak diiringi dengan etika yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Islam mengajarkan adab dalam berbicara dan menyampaikan pendapat. Al-Qur'an menegaskan agar setiap perkataan yang keluar dari lisan maupun tulisan mengandung kebaikan dan tidak menyakiti orang lain.
Sayangnya, di media sosial masih banyak ditemukan ujaran kebencian, fitnah, serta perdebatan yang mengarah pada permusuhan, yang justru bertentangan dengan ajaran Islam.
Sebagai umat Islam, penting untuk menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan kebaikan. Menyebarkan informasi yang benar, menulis dengan bahasa yang santun, serta menahan diri dari komentar yang provokatif merupakan bentuk implementasi akhlakul karimah di era digital. Sikap tabayyun juga harus dikedepankan agar tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya.
Opini ini menegaskan bahwa keberislaman seseorang tidak hanya tercermin dari ibadah ritual, tetapi juga dari perilaku di ruang publik, termasuk di dunia maya. Media sosial seharusnya menjadi ladang pahala, bukan sumber dosa. Dengan menjunjung etika keislaman, umat Islam dapat menghadirkan wajah Islam yang damai dan menyejukkan di tengah derasnya arus informasi.
Syifa Apiah Bilqis 3/A
Tidak ada komentar
Posting Komentar