Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz Apid dalam pengajian rutin malam Minggu di Masjid Al-Ikhlas Cimariuk membahas kegelisahan umat mengenai hubungan antara usaha dan ibadah, sebuah tema yang menurutnya kerap disalahpahami dan perlu diluruskan.
Pengajian yang dihadiri puluhan warga Kampung Cimariuk itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Ustaz Apid membuka ceramahnya dengan ajakan untuk mensyukuri nikmat kesehatan, ketenangan hati, dan kesempatan berkumpul dalam majelis ilmu. Ia menegaskan bahwa keberkahan sebuah pertemuan terletak pada niat dan kesiapan hati untuk menerima nasihat.
Dalam penyampaian materinya, Ustaz Apid menjelaskan bahwa sebagian masyarakat sering memisahkan antara usaha dan ibadah, padahal keduanya merupakan dua komponen yang semestinya berjalan beriringan. "Ada yang berusaha keras, tetapi melupakan ibadah. Ada pula yang rajin beribadah, tetapi meninggalkan usaha dunia. Padahal dalam Islam, keduanya harus berjalan bersama," ujar Ustaz Apid, Sabtu (22/11/2025).
Ia lalu mengutip sabda Nabi Muhammad ï·º: "Ikatlah dulu untamu, lalu bertawakkallah." Menurutnya, hadis tersebut menjadi bukti bahwa usaha dan tawakal tidak dapat dipisahkan. Ia memberikan contoh sederhana kepada jamaah tentang seorang ibu yang ingin mencari nafkah di pasar, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mendapatkannya. "Allah sudah menetapkan rezeki, tetapi jalannya tetap harus ditempuh dengan usaha," ungkapnya.
Dalam penjelasan selanjutnya, Ustaz Apid menegaskan pentingnya memadukan aktivitas dunia dan ibadah. Bekerja, berdagang, mengurus rumah tangga, hingga bersedekah adalah bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar. Ia mengutip firman Allah dalam QS. An-Najm ayat 39 tentang nilai usaha manusia, serta QS. Ghafir ayat 60 mengenai pentingnya doa sebagai pendamping ikhtiar.
"Sering kali orang merasa telah berusaha, tetapi hasilnya belum terlihat. Bisa jadi bukan kurang usaha, melainkan kurang mendekat kepada Zat yang memiliki rezeki," kata Ustaz Apid, Sabtu (22/11/2025).
Dalam kesempatan itu, ia juga membacakan hadis tentang kedudukan pedagang jujur yang kelak dikumpulkan bersama para nabi dan syuhada. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan dunia dapat menjadi ibadah yang bernilai tinggi apabila dilakukan dengan amanah dan kejujuran.
Ceramah ditutup dengan kisah seorang sahabat yang mengadu tentang sempitnya rezeki. Rasulullah ï·º lalu memberikan nasihat agar memperbanyak istighfar sebagai pembuka kelapangan hati dan jalan keluar dari masalah. Pesan tersebut, menurut Ustaz Apid, relevan bagi siapa pun yang sedang mengalami kebingungan dalam usaha maupun kehidupan sehari-hari.
"Jika usaha dan ibadah disatukan, insya Allah hidup menjadi lebih ringan, hati lebih tenang, dan rezeki lebih berkah," tutur Ustaz Apid, Sabtu (22/11/2025).
Reporter: Sri Septia, KPI/3B
Pengajian yang dihadiri puluhan warga Kampung Cimariuk itu berlangsung hangat dan penuh keakraban. Ustaz Apid membuka ceramahnya dengan ajakan untuk mensyukuri nikmat kesehatan, ketenangan hati, dan kesempatan berkumpul dalam majelis ilmu. Ia menegaskan bahwa keberkahan sebuah pertemuan terletak pada niat dan kesiapan hati untuk menerima nasihat.
Dalam penyampaian materinya, Ustaz Apid menjelaskan bahwa sebagian masyarakat sering memisahkan antara usaha dan ibadah, padahal keduanya merupakan dua komponen yang semestinya berjalan beriringan. "Ada yang berusaha keras, tetapi melupakan ibadah. Ada pula yang rajin beribadah, tetapi meninggalkan usaha dunia. Padahal dalam Islam, keduanya harus berjalan bersama," ujar Ustaz Apid, Sabtu (22/11/2025).
Ia lalu mengutip sabda Nabi Muhammad ï·º: "Ikatlah dulu untamu, lalu bertawakkallah." Menurutnya, hadis tersebut menjadi bukti bahwa usaha dan tawakal tidak dapat dipisahkan. Ia memberikan contoh sederhana kepada jamaah tentang seorang ibu yang ingin mencari nafkah di pasar, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mendapatkannya. "Allah sudah menetapkan rezeki, tetapi jalannya tetap harus ditempuh dengan usaha," ungkapnya.
Dalam penjelasan selanjutnya, Ustaz Apid menegaskan pentingnya memadukan aktivitas dunia dan ibadah. Bekerja, berdagang, mengurus rumah tangga, hingga bersedekah adalah bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar. Ia mengutip firman Allah dalam QS. An-Najm ayat 39 tentang nilai usaha manusia, serta QS. Ghafir ayat 60 mengenai pentingnya doa sebagai pendamping ikhtiar.
"Sering kali orang merasa telah berusaha, tetapi hasilnya belum terlihat. Bisa jadi bukan kurang usaha, melainkan kurang mendekat kepada Zat yang memiliki rezeki," kata Ustaz Apid, Sabtu (22/11/2025).
Dalam kesempatan itu, ia juga membacakan hadis tentang kedudukan pedagang jujur yang kelak dikumpulkan bersama para nabi dan syuhada. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan dunia dapat menjadi ibadah yang bernilai tinggi apabila dilakukan dengan amanah dan kejujuran.
Ceramah ditutup dengan kisah seorang sahabat yang mengadu tentang sempitnya rezeki. Rasulullah ï·º lalu memberikan nasihat agar memperbanyak istighfar sebagai pembuka kelapangan hati dan jalan keluar dari masalah. Pesan tersebut, menurut Ustaz Apid, relevan bagi siapa pun yang sedang mengalami kebingungan dalam usaha maupun kehidupan sehari-hari.
"Jika usaha dan ibadah disatukan, insya Allah hidup menjadi lebih ringan, hati lebih tenang, dan rezeki lebih berkah," tutur Ustaz Apid, Sabtu (22/11/2025).
Reporter: Sri Septia, KPI/3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar