Dakwahpos.com, Sumedang – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mukhtaarul Ulum Jatinangor menyelenggarakan salat Jumat (31/10/2025) dengan khutbah disampaikan oleh Ustaz Iwan. Dalam khutbah yang bertema "Santri dan Pemuda sebagai Penerus Perjuangan Bangsa" Ustaz Iwan mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta menumbuhkan semangat persatuan dan cinta tanah air sebagai wujud keimanan dan tanggung jawab generasi muda terhadap bangsa.
Dalam khutbahnya, Ustaz Iwan menyampaikan bahwa ketakwaan merupakan ciri utama orang yang mulia di sisi Allah SWT. Salah satu wujud ketakwaan tersebut adalah menjaga rasa malu kepada guru dan ulama serta menjauhi perbuatan maksiat. Ia juga mengingatkan pentingnya peran santri dan pemuda dalam membangun bangsa dan agama.
"Santri dan pemuda adalah penerus guru-gurunya. Mereka harus taat kepada ulama dan orang tua, serta memiliki semangat juang untuk memajukan bangsa," ujar Ustaz Iwan
Lebih lanjut, beliau menyinggung dua momentum penting di akhir Oktober, yaitu peringatan Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda. Menurutnya, kedua peringatan tersebut memiliki nilai sejarah yang kuat dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang dan bersyukur kepada Allah Swt.
Ustaz Iwan menuturkan bahwa semangat jihad dan persatuan para santri serta pemuda di masa lalu menjadi tonggak penting perjuangan bangsa. "Dari semangat jihad santri pada 22 Oktober lahir gelora perjuangan yang kemudian berkobar pada 10 November sebagai Hari Pahlawan," ucapnya
Selain itu, beliau mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpecah belah hanya karena perbedaan suku, ras, atau bahasa. Menurutnya, semangat persatuan seperti yang dicontohkan dalam Sumpah Pemuda harus terus dijaga dan diamalkan.
"Pemuda dan santri hari ini harus mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan. Hubbul wathon minal iman, cinta tanah air adalah bagian dari iman," ungkapnya
Sebagai penutup khutbah, Ustaz Iwan mengajak jamaah untuk terus menumbuhkan semangat berjuang, belajar, dan beramal saleh demi kemajuan bangsa dan kejayaan Islam. Ia berharap agar para santri dan pemuda masa kini tidak hanya kuat dalam ilmu, tetapi juga teguh dalam iman dan moral. "Semoga kita semua menjadi santri dan pemuda yang berakhlak, berilmu, dan mampu menjaga persatuan dalam perbedaan," pungkasnya.
Reporter : Tazkia Zakiah Darajah KPI/3A
Dalam khutbahnya, Ustaz Iwan menyampaikan bahwa ketakwaan merupakan ciri utama orang yang mulia di sisi Allah SWT. Salah satu wujud ketakwaan tersebut adalah menjaga rasa malu kepada guru dan ulama serta menjauhi perbuatan maksiat. Ia juga mengingatkan pentingnya peran santri dan pemuda dalam membangun bangsa dan agama.
"Santri dan pemuda adalah penerus guru-gurunya. Mereka harus taat kepada ulama dan orang tua, serta memiliki semangat juang untuk memajukan bangsa," ujar Ustaz Iwan
Lebih lanjut, beliau menyinggung dua momentum penting di akhir Oktober, yaitu peringatan Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda. Menurutnya, kedua peringatan tersebut memiliki nilai sejarah yang kuat dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang dan bersyukur kepada Allah Swt.
Ustaz Iwan menuturkan bahwa semangat jihad dan persatuan para santri serta pemuda di masa lalu menjadi tonggak penting perjuangan bangsa. "Dari semangat jihad santri pada 22 Oktober lahir gelora perjuangan yang kemudian berkobar pada 10 November sebagai Hari Pahlawan," ucapnya
Selain itu, beliau mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpecah belah hanya karena perbedaan suku, ras, atau bahasa. Menurutnya, semangat persatuan seperti yang dicontohkan dalam Sumpah Pemuda harus terus dijaga dan diamalkan.
"Pemuda dan santri hari ini harus mampu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan. Hubbul wathon minal iman, cinta tanah air adalah bagian dari iman," ungkapnya
Sebagai penutup khutbah, Ustaz Iwan mengajak jamaah untuk terus menumbuhkan semangat berjuang, belajar, dan beramal saleh demi kemajuan bangsa dan kejayaan Islam. Ia berharap agar para santri dan pemuda masa kini tidak hanya kuat dalam ilmu, tetapi juga teguh dalam iman dan moral. "Semoga kita semua menjadi santri dan pemuda yang berakhlak, berilmu, dan mampu menjaga persatuan dalam perbedaan," pungkasnya.
Reporter : Tazkia Zakiah Darajah KPI/3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar