Bandung, Dakwahpos.com – Ustaz Ma'mun Murod menjelaskan empat kriteria orang muflih, iman, salat, ibadah, dan amal saleh sebagai jalan menuju kebahagiaan sejati dalam Ngaji Ahad di Lapang Bola Sindangreret, Kec. Pameungpeuk, Kab. Bandung, Minggu (9/11/2025).
Dalam ceramahnya, Ustaz Ma'mun menekankan makna seruan hayya 'alas shalah dan hayya 'alal falah sebagai panggilan menuju kebahagiaan hakiki. Ia menegaskan ukuran bahagia sebaiknya merujuk pada ukuran Allah, bukan kekayaan atau jabatan duniawi.
Ia merinci empat kriteria orang muflih sesuai QS Al-Hajj ayat 77: iman, rukuk dan sujud dalam salat, menjalankan ibadah, serta berbuat kebaikan. Salat menjadi amalan pertama yang akan dihisab di akhirat.
"Nu pangpayuna bakal dihisab teh sholat. Upami sholatna sampurna, jalmi kaasup kelompok nu bagja. Tapi upami sholatna ruksak, eta bagja teh rugi," tegasnya.
Ustaz Ma'mun menekankan pentingnya salat sunnah untuk menyempurnakan kekurangan salat wajib, serta membaca Al-Qur'an dengan tartil agar ibadah selaras dengan perilaku sehari-hari. Ia menegaskan bahwa salat harus membentuk akhlak mulia; tanpa perubahan perilaku, salat dianggap tidak memberi dampak.
Ia menutup ceramah dengan pesan tegas: salat adalah penghalang dari perbuatan keji dan mungkar.
"Tanha 'anil fahsya'i wal munkar. Perbaiki sholatmu, nanti Allah bakal memperbaiki hirup anjeun," ujarnya.
Reporter: Tazkiya Nurkamila, KPI 3/C
Dalam ceramahnya, Ustaz Ma'mun menekankan makna seruan hayya 'alas shalah dan hayya 'alal falah sebagai panggilan menuju kebahagiaan hakiki. Ia menegaskan ukuran bahagia sebaiknya merujuk pada ukuran Allah, bukan kekayaan atau jabatan duniawi.
Ia merinci empat kriteria orang muflih sesuai QS Al-Hajj ayat 77: iman, rukuk dan sujud dalam salat, menjalankan ibadah, serta berbuat kebaikan. Salat menjadi amalan pertama yang akan dihisab di akhirat.
"Nu pangpayuna bakal dihisab teh sholat. Upami sholatna sampurna, jalmi kaasup kelompok nu bagja. Tapi upami sholatna ruksak, eta bagja teh rugi," tegasnya.
Ustaz Ma'mun menekankan pentingnya salat sunnah untuk menyempurnakan kekurangan salat wajib, serta membaca Al-Qur'an dengan tartil agar ibadah selaras dengan perilaku sehari-hari. Ia menegaskan bahwa salat harus membentuk akhlak mulia; tanpa perubahan perilaku, salat dianggap tidak memberi dampak.
Ia menutup ceramah dengan pesan tegas: salat adalah penghalang dari perbuatan keji dan mungkar.
"Tanha 'anil fahsya'i wal munkar. Perbaiki sholatmu, nanti Allah bakal memperbaiki hirup anjeun," ujarnya.
Reporter: Tazkiya Nurkamila, KPI 3/C
Tidak ada komentar
Posting Komentar