Dakwahpos.com, Bandung – Bulan Rabiul Awal menjadi momentum dalam meneladani sosok Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menjadi momen bagi umat Muslim untuk menumbuhkan rasa syukur dan kecintaan yang mendalam kepada beliau.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, ajaran dan kepribadian Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Terus menjadi sumber inspirasi yang relevan dan mempunyai nilai yang sangat tinggi bagi umat Islam di seluruh dunia. Kehidupan beliau mencerminkan akhlak mulia yang mencakup penyabar, pemaaf, serta bijak dalam segala aspek kehidupan, mulai dari keluarga, sahabat, kepemimpinan hingga hubungan sosial.
Dalam Haditsnya yang diriwayatkan oleh Aisyah R.A, menjelaskan akhlak-akhlak mulia pada diri Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, sebagai berikut:
كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلاَ مُتَفَحِّشًا
Artinya:
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bukanlah seorang yang keji (buruk perkataan dan perilakunya) dan tidak pula (suka) berlaku keji (memaksakan diri untuk berbuat keji)..." (H.R. Bukhari Muslim, No. 6030).
Tidak cukup hanya dengan keyakinan kepada Allah SWT, tapi harus dibarengi dengan keyakinan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Dengan meneladani dan mencontoh sifat-sifat beliau, merupakah salah satu bentuk keyakinan kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebagai utusan Allah.
Lalu, sifat apa saja yang ada pada diri Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Siti Aisyah, dalam hadisnya "Lamyakun fahisyan" Rasulullah bukanlah seseorang yang buruk perilaku, Nabi Muhammad itu adalah sebagai uswatun hasanah, Sebagai suami tauladan yang baik, karena dalam diri Rasul itu terdapat sifat-sifat yang baik.
yang kedua, Siti Aisyah berkata, "wala Mutafahhisah" dia, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tidak pula menjelek-jelekkan orang lain. Bahkan dia, menutupi aib seseorang, sesuai dengan hadisnya "maka barang siapa yang menutupi kejelekan seorang muslim, maka Allah akan menutupi kejelekannya di yaumil akhir".
Yang ketiga, sifat Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam . "wala shakkhaban fil aswaq" dia, tidak pernah mengeluarkan perkataan yang keras, dia tidak pernah menganggil seseorang dengan bahasa yang keras, dia, melontarkan panggilannya dia mengeluarkan ucapannya dengan lemah lembut.
Yang keempat, sifat Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam . "Wala yajzi sayyiat bis sayyiat" Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam . Bukanlah tipe orang yang membalas keburukan dengan sesuatu keburukan yang bisa menyakiti orang.
Yang kelima, adalah "walakun wa'fu wayasfah", yaitu Rasul selalu memaafkan kesalahan orang lain, apapun kesalahannya. Seperti satu Ketika ada orang badui yang kencing di Masjid beliau, Rasul diam dan dia sendiri yang membersihkan bekas kencing orang badui itu.
Malu kalau kita sebagai umat Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Mengakui Nabi kita Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Namun, akhlak kita jauh dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam .
Rangga Evan Nur Afiyyan/KPI 3B
Tidak ada komentar
Posting Komentar